Batam – Jalan dai simpang Polsek Batu Ampar hingga area Pelabuhan PELNI Batu Ampar rusak parah dan sebagian jalan dijadikan pakiran kontainer, alat berat serta material-material dari perusahaan di sekitar jalan tersebut. Hasil pantauan media Titah News 31 Maret 2025, tepatnya saat puncak arus mudik terekan kemacetan sepanjang jalan dari simpang Polsek Batu Ampar hingga area pelabuhan antri kemacatan mencapai 2 jam. Hal yang sama saat balik setelah mengantar penumpang juga memakan waktu antrian 2 jam, Batam (1 April 2025).
Antria kemacetan yang sangat lama dan panjang ini banyak memancing kemarahan pengemudi kepada pengemudi lainnya, sebagian tampak mobil saling mendahului karena sama-sama ingin cepat tiba di lokasi pelabuhan maupun keluar dari pelabuhan.
Saat di konfirmasi kepada anggota Ditpam BP Batam yang bertugas di Pelabuhan PELNI Batu Ampar, awalnya enggan berkomentar, namun setelah di bawa bincang-bincang santai akhirnya mengatakan, “sebenarnya kami di pelabuhan ini hanya di perbantukan dalam tim gabungan dalam pengamanan arus mudik tahun 2025, kalau masalah kemacetan bukan wewenang kami,” ucap Ditpan yang tidak mau di tuliskan namanya.
“Sebenarnya kami sudah menghimbau kepada perusahaan di sekitar agar tidak memakirkan kontainer atau alat berat di sekitar jalan, tapi himbauan kami tidak di indahkan, kami juga sudah sampaikan ke atasan tapi juga belum ada tindakan,” tambahnya.
Ketika di tanya kawasan Batu Ampar di bawah kekuasaan BP Batam, Ditpam tersebut membenarkan, “benar bang, tapi kan kita ini hanya menjalankan tugas, kalau di atas belum memberikan intruksi penindakan, ya kami bisa apa,” jawabnya.
“Terkai jalan rusak, itu kan ada bagian nya juga, benar jalan menuju pelabuhan rusak parah dan banyak lobang yang besar, kita sudah sampaikan juga ke atasan tapi abang lihat, belum ada juga tindakan untuk di perbaiki, semoga kedepan apalagi dengan di beritakan akan cepat di perbaiki,” ucapnya.
Salah seorang pengemudi yang mengantarkan keluargannya Buyung saat dikomfirmasi mengatakan, “kemacetan ini mulai dari simpang Polsek Batu Ampar sampai area pakir pelabuhan. Sebagai pengemudi kita harus benar-benar sabar bang, kalau tidak bisa saling baku hantam sesama pengemudi. Karena semua mau cepat dan saling potong. Bayangin kita dari tadi antri menunggu taunya di selip dari samping bahkan hampir mengenai kendaraan kita sendiuri,” kata Buyung.
“Harapan saya, Ketua BP Batam Bapak Amsakar, Dishub Batam dan pihak terkait dapat menertibkan pakiran kontainer serta alat berat di tepi jalan dan segera memperbaiki jalan yang rusak. Ini kan juga salah satu pelayanan yang di harapkan masyarakat, sehingga yang berangkat mudik atau hari biasa menggunakan PELNI nyaman dan aman,” harapnya.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.