BATAM – Pemerintah Kota Batam menyalurkan bantuan sarana usaha kepada 15 kelompok pengolah dan pemasar hasil perikanan. Bantuan tersebut diharapkan mampu mendorong peningkatan produksi sekaligus memperkuat pendapatan masyarakat.

Penyerahan bantuan berlangsung di Sagulung, Batam, Senin (14/9/2026), dan dihadiri Wali Kota Batam Amsakar Achmad bersama Ketua TP-PKK Kota Batam Erlita Amsakar.

Amsakar meminta kelompok penerima tidak sekadar menerima bantuan, tetapi memastikan seluruh peralatan digunakan untuk menunjang kegiatan usaha. Menurutnya, keberhasilan program pemerintah harus terlihat dari manfaat yang dirasakan masyarakat setelah bantuan diterima.

“Jangan berhenti pada seremoni. Bantuan ini harus difungsikan dengan baik untuk mendukung kegiatan usaha,” kata Amsakar.

Bantuan senilai sekitar Rp150 juta itu diberikan kepada 15 kelompok pelaku usaha yang berasal dari kawasan mainland maupun hinterland Batam. Peralatan yang disalurkan antara lain chest freezer, blender, cool box, kompor gas, kuali, kukusan tiga tingkat, mixer, panci, serta timbangan.

Amsakar berharap dukungan tersebut dapat meningkatkan kapasitas produksi dan membuka peluang pengembangan usaha. Ia menilai pemberdayaan masyarakat menjadi bagian penting dalam memastikan program pembangunan memberikan dampak ekonomi secara langsung.

Sementara itu, Erlita Amsakar mengatakan bantuan tersebut juga memiliki arti penting bagi keluarga nelayan. Sebagian penerima merupakan perempuan, khususnya istri nelayan, yang menjalankan usaha pengolahan maupun pemasaran hasil perikanan untuk membantu ekonomi keluarga.

“Semoga bantuan ini dimanfaatkan dengan baik sehingga usaha penerima semakin berkembang,” ujar Erlita.

Kepala Dinas Perikanan Kota Batam Yudi Atmajianto menjelaskan, Pemko Batam selama ini menyalurkan dukungan kepada sejumlah kelompok usaha perikanan, mulai dari usaha bersama, pembudidayaan ikan, hingga kelompok pengolah dan pemasar hasil perikanan.

Ia berharap sarana yang diberikan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan sehingga produktivitas kelompok meningkat dan usaha masyarakat semakin berkembang.