BATAM – Wali Kota Batam Amsakar Achmad mengajak RT, RW, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), serta tokoh masyarakat memperkuat kolaborasi dalam mengawal pembangunan hingga ke tingkat lingkungan.

Ajakan itu disampaikan Amsakar saat menghadiri silaturahmi bersama RT/RW, LPM dan tokoh masyarakat se-Kecamatan Sekupang di Aula SMP Kartini Sei Harapan, Minggu (4/10/2026) malam.

Menurut Amsakar, keberhasilan pembangunan tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah. RT dan RW dinilai memiliki posisi strategis karena berhubungan langsung dengan masyarakat sekaligus menjadi penghubung pelayanan pemerintah di lingkungan.

“Batam membutuhkan ikhtiar bersama. Batam tidak memerlukan narasi yang saling melemahkan. Yang diperlukan bagaimana RT, RW, LPM dan tokoh masyarakat mendukung kebijakan lurah dan camat,” kata Amsakar.

Dalam pertemuan itu, Amsakar juga memaparkan sejumlah capaian Pemko Batam bersama Wakil Wali Kota Li Claudia Chandra. Pertumbuhan ekonomi Batam disebut mencapai 7,28 persen pada semester I, dengan realisasi investasi Rp39,89 triliun. Pemerintah juga mencatat berbagai program di sektor pendidikan, kesehatan, UMKM dan ketenagakerjaan.

Di bidang pendidikan, sebanyak 105.670 set seragam sekolah gratis telah disalurkan kepada siswa SD dan SMP negeri maupun swasta. Sementara UHC berbasis KTP telah mencakup 98 persen penduduk, dan program pinjaman modal tanpa bunga bagi UMKM telah menjangkau 1.500 pemohon dengan realisasi Rp1,3 miliar.

Untuk ketenagakerjaan, Pemko Batam telah menggelar 108 jenis pelatihan bagi 4.433 peserta. Pemko juga menjalin kerja sama dengan 30 perusahaan melalui Apindo untuk mendorong prioritas minimal 20 persen kuota rekrutmen bagi tenaga kerja lokal.

Amsakar menyebut angka kemiskinan Batam turun dari 4,85 persen menjadi 3,81 persen, sedangkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) mencapai 83,8.

Ia menegaskan capaian tersebut bukan semata hasil kerja kepala daerah, melainkan buah kolaborasi berbagai unsur pemerintahan dan masyarakat.

“Semua raihan ini bukan klaim personal Amsakar-Li Claudia, melainkan hasil kontribusi kolektif. Mari kita hentikan ego sektoral dan terus berorkestrasi membangun Batam,” ujarnya.

Tokoh masyarakat Sekupang, Fajar Fajri Pembudi, mengapresiasi pembangunan yang dinilai mulai dirasakan warga. Ia menyebut perbaikan drainase, jalan, hingga layanan pengangkutan sampah menjadi sejumlah program yang berdampak langsung bagi masyarakat.

RT, RW dan tokoh masyarakat Sekupang, kata Fajar, siap mendukung sekaligus mengawal keberlanjutan pembangunan agar manfaatnya semakin dirasakan warga di tingkat lingkungan.