TOLITOLI – Suasana penuh khidmat dan kebersamaan menyelimuti Gedung Laboangboki, Kabupaten Tolitoli, Senin (1/9/2025) malam. Tepat pukul 19.45 Wita hingga selesai, ratusan peserta hadir dalam kegiatan sambutan mahasiswa dan sholat istigosah yang digelar sebagai bentuk doa bersama demi keselamatan bangsa serta kemajuan daerah Tolitoli.

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Tolitoli H. Amran H. Yahya bersama Wakil Bupati Tolitoli Mohammad Besar Bantilan, didampingi jajaran Forkopimda. Dari unsur TNI hadir Komandan Kodim 1305/BT Letkol Inf Aryanto Rolando, serta perwakilan Komandan LANAL Tolitoli yakni Kapten Laut Mardin dan Letda Laut Ibnu. Dari kepolisian, hadir Kapolres Tolitoli AKBP Wayan Wayracana Aryawan, S.I.K., serta Kabagops Polres Tolitoli AKP Suprojo, S.H., M.H. dengan kekuatan pasukan dari Polres, Polsek Galang, Polsek Baolan, serta satu regu Brimob Kompi Tolitoli yang dipimpin oleh Bripka M. Ali Ibrahim, S.H.I.

Hadir pula Kajari Tolitoli Ibnu Firman Ide Amin, S.H., M.H., serta Ketua DPRD Kabupaten Tolitoli Hj. Sriyanti Daeng Parebba bersama sejumlah anggota dewan.

Dari kalangan mahasiswa, tampak perwakilan dari berbagai organisasi, yakni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Madako Tolitoli, serta STIP Mujahidin Tolitoli. Tak hanya mahasiswa, sejumlah mahasiswi juga hadir memberikan warna tersendiri dengan semangat intelektual dan religius mereka.

Selain itu, tampak pula ibu-ibu dari kalangan masyarakat dan majelis taklim yang ikut larut dalam doa bersama. Kehadiran mereka menunjukkan bahwa istigosah ini bukan hanya milik pejabat dan mahasiswa, melainkan juga wadah kebersamaan seluruh lapisan masyarakat, dari generasi muda hingga kaum ibu yang selalu menjadi pilar doa bagi keluarga dan daerahnya.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tolitoli, Drs. H. Makmur Muhammad Arief, M.Pd., bertindak sebagai pemandu istigosah. Doa bersama dipanjatkan dengan penuh kekhusyukan, memohon ampunan, keselamatan bangsa, kemajuan daerah, serta perlindungan Allah SWT bagi seluruh masyarakat.

Di tengah doa, peserta juga menyampaikan rasa duka cita mendalam atas meninggalnya sejumlah pendemo di Makassar, Yogyakarta, dan beberapa daerah lain di Indonesia. Semua hadirin, termasuk mahasiswa, mahasiswi, dan ibu-ibu yang hadir, menundukkan kepala, mendoakan agar arwah para korban diterima di sisi Allah SWT, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan kesabaran.

Dalam sambutannya, Bupati Tolitoli H. Amran H. Yahya menegaskan pentingnya menjaga persatuan dan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.

“Malam ini kita bukan hanya berdoa untuk Tolitoli, tapi juga untuk saudara-saudara kita di daerah lain yang sedang berduka. Mari kita jadikan istigosah ini sebagai momentum menebar doa, persatuan, dan kepedulian. Kita semua bersaudara, duka mereka adalah duka kita bersama,” ungkapnya.

Kegiatan yang berlangsung hingga larut malam itu ditutup dengan doa penutup dan ramah tamah sederhana. Nuansa kebersamaan antara pejabat, mahasiswa, mahasiswi, ibu-ibu, serta seluruh masyarakat yang hadir menegaskan bahwa Tolitoli memiliki semangat kuat menjaga harmoni, persatuan, dan kepedulian antar sesama anak bangsa.