Tolitoli – Armen Djaru, seorang wartawan senior asal Sulawesi Tengah (Sulteng), pernah mengemukakan ungkapan penuh makna: “Setiap orang adalah guru dan setiap tempat adalah sekolah.” Ungkapan ini tidak hanya sederhana, tetapi juga mengandung nilai filosofis yang mendalam serta relevan untuk dijadikan pedoman dalam kehidupan sehari-hari.
Ketika beliau menyatakan bahwa “setiap orang adalah guru”, hal tersebut tidak semata-mata merujuk pada profesi guru secara formal di sekolah atau lembaga pendidikan. Maksudnya lebih luas: setiap individu yang hadir dalam kehidupan kita dapat menjadi sumber pengetahuan dan inspirasi. Dari seorang petani kita bisa belajar arti kerja keras dan kesabaran. Dari seorang pedagang kita belajar tentang ketekunan dan strategi menghadapi persaingan. Bahkan dari seorang anak kecil kita bisa memetik nilai kejujuran, ketulusan, dan rasa ingin tahu yang tulus. Bahkan seseorang yang berbuat salah pun memberi pelajaran penting: agar kita tidak mengulangi kesalahan yang sama. Dengan demikian, setiap perjumpaan dengan manusia lain sejatinya menyimpan hikmah, asalkan kita memiliki kerendahan hati untuk belajar.
Lebih jauh, ketika Armen Djaru menyebut “setiap tempat adalah sekolah”, yang dimaksud adalah bahwa proses belajar tidak terbatas pada ruang kelas, papan tulis, dan buku. Kehidupan itu sendiri adalah sekolah terbesar. Di pasar kita dapat belajar tentang interaksi sosial dan dinamika ekonomi. Di jalan raya kita berlatih disiplin, kesabaran, dan menghargai hak orang lain. Di alam terbuka kita belajar tentang keteraturan ciptaan Tuhan, keseimbangan ekosistem, serta pentingnya menjaga kelestarian lingkungan. Setiap ruang dan setiap peristiwa adalah media pembelajaran, bila dipandang dengan sikap terbuka.
Pandangan ini menegaskan bahwa belajar adalah proses sepanjang hayat (lifelong learning). Tidak ada batas usia, tidak ada ruang yang sia-sia. Setiap pengalaman, baik pahit maupun manis, berpotensi memperkaya diri dan membentuk kedewasaan. Dengan menghayati pandangan ini, seseorang akan tumbuh menjadi pribadi yang rendah hati, adaptif, serta senantiasa haus akan ilmu.
Dengan demikian, pesan Armen Djarum mengandung nilai moral yang mendalam. Hidup adalah ruang belajar tanpa henti. Setiap orang adalah guru yang membawa hikmah, dan setiap tempat adalah sekolah yang menyimpan pelajaran. Filosofi ini mengingatkan kita untuk senantiasa terbuka, belajar dari siapa pun, serta menjadikan setiap pengalaman sebagai pijakan menuju kebijaksanaan dan kebermanfaatan bagi sesama.




