TOLI-TOLI — Musyawarah Daerah (Musda) IV Badan Pengurus Daerah (BPD) Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Kabupaten Tolitoli digelar dengan penuh kehangatan dan nuansa kekeluargaan pada Sabtu, 8 November 2025 di Hotel Mitra Tolitoli. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkokoh silaturahmi, memperkuat jati diri perantau Bugis-Makassar, serta menyatukan visi organisasi demi kemajuan bersama dan pembangunan daerah.
Bupati Tolitoli, H. Amran H. Yahya, hadir langsung dan memberikan sambutan sekaligus membuka Musda IV KKSS. Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan apresiasi atas kontribusi KKSS yang selama ini dikenal sebagai organisasi perantau terbesar dan berpengaruh dalam menjaga stabilitas sosial, merawat kerukunan, dan menjadi mitra strategis pemerintah daerah.
Bupati menekankan pentingnya menjunjung tinggi nilai budaya Bugis-Makassar yang telah menjadi identitas moral dalam kehidupan sosial masyarakat, baik dalam organisasi maupun bermasyarakat. Nilai-nilai tersebut antara lain Sipakatau (saling memanusiakan), Sipakainge (saling mengingatkan), Sipakalebbi (saling menghargai), serta prinsip Siri’ na Pacce dan Taro Ada Taro Gau.
“KKSS bukan hanya wadah silaturahmi, tetapi rumah besar yang menyatukan kita dalam nilai budaya yang luhur. Saya ingin KKSS Tolitoli terus melahirkan gagasan, karya, dan kontribusi nyata dalam membangun sumber daya manusia, ekonomi kerakyatan, dan karakter generasi penerus,” ucap Bupati
Ketua Panitia Pelaksana Musda IV, Sulaeman Pajalani, S.H., dalam laporannya menyampaikan rasa syukur atas dukungan seluruh pihak sehingga Musda berjalan sukses, tertib, dan sesuai harapan. Ia menyebut Musda ini sebagai ajang evaluasi serta konsolidasi organisasi menuju modernisasi dan penguatan karakter KKSS.
“Musda ini bukan hanya pergantian kepengurusan, tetapi proses konsolidasi, memperkuat soliditas, profesionalitas, dan memantapkan kembali jati diri KKSS sebagai organisasi yang modern dan terbuka,” tegasnya.
Sekretaris DPW KKSS Sulawesi Tengah, Ir. Asrul A. Tuwo, ST., MT., IPM., ASEAN Eng, turut memberikan arahan tentang pentingnya tata kelola organisasi yang akuntabel, transparan, adaptif terhadap teknologi, serta responsif terhadap kebutuhan anggota dan masyarakat.
Musda IV KKSS Tolitoli turut dihadiri unsur pimpinan daerah, tokoh masyarakat, akademisi, dan sesepuh KKSS. Kehadiran para pejabat tersebut menunjukkan kuatnya sinergi antara pemerintah dan organisasi etnis dalam membangun daerah.
Hadir antara lain:
Ketua DPRD Kabupaten Tolitoli, Hj. Sriyanti Daeng Parebba
Sekretaris Daerah Kabupaten Tolitoli, Moh. Asrul Bantilan, S.Sos
Anggota DPRD: Jemy Yusuf, Ir. Rahmat Ali, dan Jupriadi
Ketua STIE Mujahidin Tolitoli, Dr. H. Abd. Rahman Alatas, S.E., M.M.
Perwakilan Kajari Tolitoli
Perwakilan Dandim 1305/BT, Peltu Askar
Perwakilan Kapolres Tolitoli, AKP Casriyanto Army, S.H., M.H.
Lurah Baru, Kecamatan Baolan, Muhammad Amin, S.E.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tolitoli
Para sesepuh dan tokoh pendiri KKSS Tolitoli
Pengamanan dilakukan secara terbuka dan tertutup oleh pihak Kepolisian bersama unsur pendukung, di antaranya:
Polsek Baolan dipimpin Iptu Subroto bersama Bhabinkamtibmas Bripka Polwan Krisda Y
Sat Intel Polres Tolitoli melakukan pemantauan situasi
Sat Lantas Polres Tolitoli dipimpin Ipda Arman mengatur arus lalu lintas
Kegiatan berlangsung kondusif, aman, dan tanpa hambatan hingga Musda memasuki agenda inti.
Agenda Inti: Pemilihan Ketua Baru Sedang Berlangsung
Memasuki pukul 14.00 WITA, Musda memasuki agenda utama, yakni pemilihan Ketua BPD KKSS Tolitoli periode 2025–2029. Sebelum pemilihan, dilakukan penyerahan SK Mandat kepada Panitia Musda untuk kemudian diserahkan kepada ketua terpilih berdasarkan hasil musyawarah mufakat.
Hingga berita ini diterbitkan, proses pemilihan masih berlangsung secara demokratis, terbuka, penuh dinamika, dan tetap dalam suasana kekeluargaan.
Momen paling mencairkan suasana adalah ketika Bupati menyampaikan pantun, membuat ruangan pecah dengan tawa namun tetap sarat pesan moral.
Duduk-duduk di pinggir pantai,
Minum kopi sambil berbincang santai.
Musda keempat semakin ramai,
Jangan marah-marah, nanti cepat tua ki’.Mandre burasa sibawa sokko,
Itambai tarasi sibawa bale rakko.
Narekko KKSS massiddi poko’,
Bupati’na masennang atinna.
Sorak tawa dan tepuk tangan peserta menambah hangat suasana Musda.
Musda IV KKSS Tolitoli diharapkan melahirkan kepengurusan yang solid, inovatif, visioner, dan berkarakter kuat dalam membawa perubahan positif bagi organisasi serta perantau Sulawesi Selatan di Kabupaten Tolitoli.
Bupati menutup sambutannya dengan harapan agar KKSS menjadi mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan Tolitoli yang maju, berdaya saing, religius, harmonis, dan berkarakter.





Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.