MEDAN, (10/11/2025) – Gelombang dukungan untuk penutupan PT Toba Pulp Lestari (TPL) dan operasional keramba di Danau Toba semakin meluas. Kali ini, Organisasi Forum Diskusi Mahasiswa Institut Teknologi Dan Bisnis Indonesia (ITBI) Medan secara tegas menyatakan dukungan penuh terhadap langkah tersebut, mendesak pemerintah pusat mengambil tindakan demi menyelamatkan kawasan strategis pariwisata nasional.

Tuntutan Tegas Selamatkan Danau Toba

Ketua Harian Forum Diskusi Mahasiswa ITBI, Jonathan Panggabean, S.Kom, menegaskan bahwa pemerintah pusat harus bersikap tegas dalam menentukan masa depan Danau Toba. Ia mempertanyakan pilihan antara menjadikan Danau Toba sebagai ‘kolam limbah raksasa’ atau menjadikannya fokus utama daerah wisata.

“Pemerintah pusat harus tegas. Danau Toba mau dijadikan kolam limbah raksasa atau dijadikan fokus daerah wisata?” ujar Jonathan, sembari mengenang kerusakan ekosistem yang telah menghilangkan populasi ikan mujair dan ikan mas di masa lalu.

Soroti Kerusakan Ekosistem dan Ancaman Konflik Sosial

Jonathan menilai bahwa kerusakan lingkungan di kawasan Danau Toba sudah sangat nyata dan kritis. Perubahan ekosistem selama beberapa dekade terakhir, mulai dari hilangnya ikan mujair dan mas, disusul munculnya ikan pora-poras, hingga belakangan munculnya udang dan lintah, adalah bukti kondisi kritis tersebut.

“Kita berutang besar kepada alam Danau Toba karena membiarkan kerusakan lingkungan yang diakibatkan TPL dan keramba, dan kelak kita wariskan ke anak cucu,” tegasnya.

Ia juga memperingatkan bahwa jika masalah ini tidak segera diatasi, potensi konflik sosial di masyarakat akan semakin besar, sehingga keputusan cepat dari pemerintah pusat sangat diperlukan.

Dukungan untuk Gereja dan Seruan kepada Presiden

Dalam pernyataannya, Jonathan juga menyampaikan dukungan terhadap sikap tegas Ephorus HKBP Pdt. Dr. Victor Tinambunan, MST yang sebelumnya telah menyerukan penutupan TPL. Ia berharap semua aras gereja di Sumatera Utara bersatu mendesak pusat menutup TPL dan keramba.

Mengingat perizinan TPL dan keramba berada di bawah kewenangan pemerintah pusat, Jonathan menyerukan kepada Presiden Prabowo untuk mengambil tindakan revolusioner.

“Kita menunggu Presiden Prabowo mengambil tindakan yang revolusioner menyelamatkan tanah Batak dari kerusakan lingkungan dan konflik sosial,” lanjutnya.

Jonathan menutup pernyataannya dengan kembali menekankan pentingnya keputusan strategis yang akan menentukan arah masa depan Danau Toba. “Sekali lagi, mau dibawa ke mana Danau Toba dan hutan tanah Batak? Mau jadi kolam raksasa atau benar-benar dikembangkan sebagai kawasan wisata? Semoga Bapak Prabowo bisa mengambil keputusan segera,” tutupnya.

(wp-t)