PALI, Sumatra Selatan – Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), sebuah kabupaten muda di Sumatra Selatan, berhasil menorehkan prestasi membanggakan di kancah nasional. Kabupaten ini menerima Piagam Apresiasi dari Pemerintah Pusat atas kinerja luar biasa dalam upaya percepatan dan penurunan angka stunting secara berkelanjutan.
Penghargaan bergengsi ini, yang dikirim melalui surat resmi Sekretariat Wakil Presiden RI Nomor T-35/SWP/D-2/KM.01.00/11/2025, membuktikan komitmen serius Pemkab PALI di bawah kepemimpinan Bupati Asgianto, ST dalam menjamin masa depan generasi penerus.
Pengakuan dari Pemerintah Pusat
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Sekretariat Wakil Presiden dalam rangkaian Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Percepatan Penurunan Stunting Tahun 2025 pada Rabu, 12 November 2025, di Kementerian Kesehatan RI, Jakarta. PALI tercatat sebagai salah satu dari sedikit pemerintah daerah yang diundang khusus untuk menerima apresiasi ini.
Tema Rakornas, “Mengukuhkan Komitmen Bersama untuk Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting,” selaras dengan hasil evaluasi yang menunjukkan penurunan prevalensi stunting nasional dari 30,8% (2018) menjadi 19,8% (2024). Kabupaten PALI menjadi kontributor nyata terhadap capaian nasional tersebut.
Kolaborasi dan Kepemimpinan Visioner Jadi Kunci
Penurunan angka stunting di PALI dalam dua tahun terakhir dicapai melalui optimalisasi Program Intervensi Terpadu Stunting (ITS) yang berfokus pada desa-desa prioritas.
Bupati Asgianto, ST, dalam berbagai kesempatan, menegaskan bahwa upaya ini adalah prioritas utama. “Kita ingin memastikan generasi PALI tumbuh sehat, kuat, dan cerdas. Penurunan stunting bukan hanya urusan angka, tetapi masa depan anak-anak kita,” ujarnya.
Keberhasilan PALI terletak pada:
- Kepemimpinan Visioner: Bupati Asgianto tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pada pembangunan manusia yang berkelanjutan.
- Sinergi Lintas Sektor: Program penurunan stunting dilaksanakan secara terpadu melalui kerja sama antara Dinas Kesehatan, Dinas PMD, Dinas Sosial, dan Bappeda.
- Program Holistik: Intervensi dilakukan secara menyeluruh, mulai dari peningkatan gizi, penyediaan air bersih dan sanitasi, hingga edukasi bagi ibu hamil dan keluarga muda.
- Peran Pejuang Lapangan: Keberhasilan ini tidak lepas dari peran aktif para kader posyandu, bidan desa, camat, dan kepala desa yang menjadi motor penggerak di lapangan.
Seorang tokoh masyarakat PALI memuji, “Kepemimpinan Bupati Asgianto, ST dikenal visioner dan solutif.”
Dengan prestasi ini, PALI membuktikan diri sebagai kabupaten yang unggul dalam membangun kualitas sumber daya manusia. Bupati Asgianto berharap penghargaan ini menjadi pemicu semangat. “Kita jadikan penghargaan ini bukan akhir, tetapi awal untuk bekerja lebih keras lagi,” pungkasnya optimis.
(Randi)





Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.