Tolitoli, | Antusiasme warga tampak memadati halaman Masjid Nurul Bahri, Kampung Pajala, Kelurahan Baru, Kecamatan Baolan, Kabupaten Tolitoli, pada Rabu pagi (12/11). Sejak pukul 09.45 WITA, warga berbondong-bondong datang untuk mengikuti gelaran pasar murah yang diselenggarakan oleh Dinas Perdagangan Kabupaten Tolitoli.

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Asisten III Administrasi Umum Setda Tolitoli, Bapak Mukti, S.T., mewakili Bupati Tolitoli, yang berhalangan hadir karena sedang melaksanakan tugas dinas luar daerah. Hadir pula unsur Muspika, tokoh masyarakat, dan tokoh agama setempat yang turut memberikan dukungan terhadap kegiatan tersebut.

Dalam sambutannya, Mukti menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berperan dalam pelaksanaan pasar murah ini.

>“Kami menyampaikan apresiasi kepada semua pihak atas kerja samanya. Kegiatan ini merupakan langkah nyata untuk memperkuat ketahanan pangan dan menjaga stabilitas ekonomi masyarakat Tolitoli,” ujar Mukti.

Ia menambahkan bahwa kenaikan harga bahan pokok dan tekanan inflasi menjadi tantangan bersama yang perlu diantisipasi dengan langkah konkret.

 “Melalui kerja sama antara Pemerintah Daerah dan Perum Bulog, kegiatan ini bukan hanya wujud kepedulian sosial, tetapi juga sinergi nyata antara pemerintah dan pelaku usaha dalam menjaga harga sembako tetap stabil,” jelasnya.

Berbagai kebutuhan pokok dijual dengan harga yang lebih murah dibandingkan harga pasar. Berikut beberapa harga bahan pokok yang ditawarkan:

Bawang putih (0,5 kg): Rp15.000
Gula pasir (1 kg): Rp15.000
Ayam (per ekor): Rp25.000
Cabai merah (1 kg): Rp15.000
Beras (5 kg): Rp60.000
Minyak goreng Kita (1 liter): Rp15.500
Telur ayam (1 rak): Rp55.000

Salah satu warga, Ibu Nurhayati, mengaku bersyukur dengan adanya kegiatan pasar murah tersebut.

>“Kami sangat berterima kasih kepada pemerintah daerah. Harga-harga di sini jauh lebih terjangkau, sangat membantu kami di tengah naiknya harga kebutuhan pokok,” tuturnya dengan wajah gembira.

Kegiatan pasar murah yang berlangsung hingga siang hari berjalan dengan aman, tertib, dan penuh antusiasme masyarakat. Warga berharap kegiatan serupa dapat dilakukan secara berkelanjutan, terutama menjelang hari-hari besar keagamaan atau saat harga sembako mulai naik di pasaran.

(Mustajab)