Tolitoli — Dalam rangka memperingati HUT PGRI ke-80 dan Hari Guru Nasional (HGN) 2025, Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Tolitoli menggelar talkshow bertema “Hati Guru, Harapan Orang Tua, dan Nilai Masyarakat Bertemu Membentuk Sekolah Tanpa Kekerasan”, Rabu (19/11/2025), di Aula Kediaman Bupati Tolitoli. Kegiatan ini merupakan kolaborasi PGRI Kabupaten Tolitoli bersama PGRI Smart Learning and Character Center (PSLCC) Tolitoli.

Acara dibuka dengan doa oleh perwakilan Kementerian Agama Kabupaten Tolitoli, Hi. Muhammad Syukri Siradju, S.Pd.I., M.Pd.I, disusul laporan panitia yang disampaikan oleh Asri, S.Pd., M.Pd.

Dihadiri Unsur Pemerintah, Penegak Hukum, dan Organisasi Pendidikan

Talkshow ini menghadirkan empat narasumber utama:

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tolitoli, Usman, SE., MM., MH.

Perwakilan Kapolres Tolitoli, Aiptu Hendra, Kanit PPA Satreskrim Polres Tolitoli

Kepala Dinas P3A Tolitoli, Halimah Setyoningrum, SE.

Perwakilan Kejaksaan Negeri Tolitoli, Kasubsi Intelijen Dwi Resti Prabandari, SH

Moderator talkshow dipandu oleh Yohana, S.Pd.

Acara dibuka secara resmi oleh Bupati Tolitoli yang diwakili Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra, Mohammad Dzikron, SH., M.Si.

Laporan Panitia: 110 Peserta Hadir, Acara Berjalan Lancar

Dalam laporannya, Ketua Panitia Asri menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan kolaborasi tiga alat kelengkapan organisasi PGRI Tolitoli:

Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum (LKBH) PGRI

Smart Learning and Character Center (SLCC) PGRI

Perempuan PGRI Kabupaten Tolitoli.

Asri menegaskan bahwa rangkaian kegiatan berjalan tertib dan khidmat sesuai rundown. Ia menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah yang memfasilitasi tempat kegiatan, seluruh narasumber, serta panitia yang telah bekerja tanpa lela

Ketua PGRI Kabupaten Tolitoli, Ahdal Suhada Abdullah, S.Pd, dalam sambutannya menekankan pentingnya menciptakan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas kekerasan.

Ia menyampaikan bahwa sekolah bukan hanya tempat belajar, tetapi juga rumah kedua untuk membentuk karakter anak.

 “Hati guru harus hadir dengan kasih sayang, harapan orang tua harus sejalan dengan upaya sekolah, dan nilai masyarakat harus menjadi benteng moral,” ujarnya.

Ahdal juga mengapresiasi kehadiran para narasumber dari unsur hukum dan perlindungan anak, yang menurutnya memperkuat komitmen bersama dalam menghadapi isu kekerasan di lingkungan pendidikan.

Sambutan Bupati Tolitoli dibacakan oleh Asisten I Setda Tolitoli, Mohammad Dzikron, SH., M.Si., yang menyampaikan apresiasi kepada PGRI atas inisiatif mengangkat tema yang relevan dan penting bagi dunia pendidikan.

Menurutnya, isu kekerasan di lingkungan sekolah, baik fisik maupun verbal, harus menjadi perhatian bersama antara guru, orang tua, dan masyarakat.

 “Sekolah adalah rumah kedua bagi anak-anak. Tugas kita memastikan mereka belajar dalam lingkungan yang aman dan penuh kehangatan,” tegasnya.

Ia menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Tolitoli dan mendukung segala upaya pencegahan kekerasan di sekolah.

Sambutan ditutup dengan pembacaan pantun dan pernyataan resmi pembukaan talkshow dalam rangka Hari Guru Nasional 2025.

Kolaborasi Multi-Sektor untuk Pendidikan yang Lebih Baik

Melalui talkshow ini, PGRI Tolitoli berharap muncul rumusan langkah konkret seperti:

Protokol penanganan kasus kekerasan di sekolah

Peningkatan pemahaman hukum bagi guru dan orang tua

Penguatan layanan bimbingan konseling

Sinergi lintas sektor untuk menciptakan sekolah ramah anak

Acara yang berlangsung hingga pukul 12.00 WITA, hari ini mendapat respons positif dari seluruh peserta, yang mengikuti diskusi dan sesi tanya jawab dengan antusias.