YOGYAKARTA — Sejarah kemerdekaan Indonesia tidak hanya ditulis dengan darah para serdadu di parit pertempuran, tetapi juga dengan ketulusan jemari para perawat yang bertaruh nyawa di tengah hujan peluru. Salah satu saksi hidup sekaligus aktor penting dalam fragmen perjuangan itu adalah Ibu Djoewariyah, veteran Srikandi Palang Merah Indonesia (PMI) yang pengabdiannya melampaui batas kemanusiaan.

Djoewariyah termasuk generasi awal relawan medis yang tergabung dalam PMI tak lama setelah organisasi ini resmi berdiri pada 17 September 1945. Pada masa revolusi fisik (1945–1949), ia tidak hanya bertugas di balik meja administrasi. Ia turun langsung ke medan laga—mengevakuasi dan merawat pejuang yang terluka, sering kali dalam kondisi serba darurat.

MENEMBUS BLOKADE DAN DENTUMAN MERIAM

Dalam ingatan yang tetap jernih meski usia telah senja, Djoewariyah kerap berkisah tentang hari-hari berpindah mengikuti pergerakan pasukan gerilya. Dengan perbekalan medis yang sangat terbatas, tindakan darurat dilakukan di tenda seadanya, gubuk bambu, bahkan di bawah rindang pepohonan—sementara deru pesawat sekutu masih meraung di angkasa.

Salah satu episode paling menentukan adalah keberaniannya menembus garis depan demi mengantarkan obat-obatan dan darah. Baginya, setiap detik berarti nyawa. Peran Djoewariyah sebagai Srikandi PMI menegaskan bahwa perempuan memiliki andil strategis dalam mempertahankan proklamasi—bukan sekadar pendukung, melainkan garda terdepan kemanusiaan.

PENGABDIAN YANG TAK PADAM

Memasuki tahun 2025, sosok Djoewariyah tetap menjadi sumber inspirasi bagi relawan muda PMI di seluruh Indonesia. Di usia yang telah melampaui satu abad—103 tahun pada 2024—ia berpesan agar semangat kesukarelaan tidak luntur dimakan zaman. Baginya, PMI adalah rumah pengabdian yang menjunjung kemanusiaan tanpa memandang suku, agama, maupun golongan.

Di tengah peringatan HUT PMI ke-80 pada 2025, nama Djoewariyah kembali dikenang sebagai pengingat bahwa kemerdekaan yang kita nikmati hari ini adalah hasil rajutan keberanian banyak pihak—termasuk para perawat pejuang yang bekerja dalam senyap, namun berdampak nyata.

Sumber Informasi:

  • Sejarah Palang Merah Indonesia dan pembentukannya (17 September 1945) — Portal Resmi PMI.

  • Peringatan HUT PMI ke-80 (September 2025) — Unit Donor Darah PMI.

  • Profil Veteran Djoewariyah dalam dokumentasi Jejak Veteran 103 Tahun (Agustus 2024) — Arsip Sejarah Visual.