Batam – Pemerintah Kota (Pemko) Batam menegaskan komitmennya untuk memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM) sekaligus menuntaskan persoalan sampah dan banjir sebagai prioritas utama dalam Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (Ranwal RKPD) Tahun 2027.
Penegasan tersebut disampaikan Wali Kota Batam Amsakar Achmad bersama Wakil Wali Kota Li Claudia Chandra saat membuka Forum Konsultasi Publik Ranwal RKPD 2027 di Kantor Wali Kota Batam, Selasa (6/1/2026).
Dalam arahannya, Amsakar menekankan bahwa penanganan sampah dan pengendalian banjir harus menjadi perhatian serius seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), karena bersentuhan langsung dengan kebutuhan dan kenyamanan masyarakat.
“Lima belas program prioritas boleh berjalan baik. Namun, jika persoalan sampah dan banjir belum tuntas, maka manfaat pembangunan lainnya tidak akan dirasakan maksimal. Saya minta perhatian penuh, jiwa dan raga, untuk menyelesaikan ini,” tegas Amsakar.
Ia menjelaskan, di bawah kepemimpinannya bersama Wakil Wali Kota Li Claudia Chandra, Pemko Batam tengah melakukan transformasi paradigma pembangunan. Jika sebelumnya lebih bertumpu pada pembangunan fisik, kini juga diarahkan pada penguatan kualitas SDM.
Hal tersebut tercermin dari penurunan angka kemiskinan di Kota Batam dari 4,85 persen pada 2024 menjadi 3,81 persen pada 2025. Sementara Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Batam terus meningkat hingga mencapai 83,80.
“Membangun bukan hanya soal fisik, tetapi juga memberdayakan masyarakat. Kami berkomitmen meningkatkan akses pendidikan, kesehatan, serta bantuan sosial, termasuk bantuan untuk lansia dan beasiswa bagi warga hinterland,” ujarnya.
Terkait perencanaan pembangunan, Amsakar menegaskan pentingnya sinkronisasi data antara Pemko Batam dan BP Batam guna mendukung target pertumbuhan ekonomi sebesar 7 persen. Ia juga mengingatkan pentingnya integritas, kedisiplinan, dan perubahan pola kerja aparatur.
“Saya berharap para pimpinan OPD melakukan pembinaan secara intensif. Jangan ada lagi cara kerja lama atau setengah hati. Kita harus bertransformasi dan terbuka terhadap masukan masyarakat,” katanya.
Pada kesempatan tersebut, Amsakar turut memaparkan 15 proyek strategis tahun 2026 sebagai jembatan menuju RKPD 2027. Di antaranya pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) SMP di Botania, SD Negeri 011 Batam, pembangunan drainase di kawasan GMP Piayu, pembangunan rumah pompa banjir, serta pengadaan sarana persampahan berupa arm roll, compactor, dan bin container.
Selain itu, Pemko Batam juga merencanakan revitalisasi Gedung Beringin sebagai pusat budaya nusantara, pembangunan jalan lingkar utara, serta penguatan infrastruktur dasar di wilayah hinterland.
Forum konsultasi publik tersebut ditutup dengan penandatanganan berita acara kesepakatan Ranwal RKPD 2027 oleh para pemangku kepentingan, mulai dari Ketua DPRD Kota Batam, perwakilan Bappenas, Bank Indonesia, BPS, akademisi, hingga tokoh masyarakat.
“Mari kita satukan hati agar Batam ke depan semakin maju, dengan pembangunan yang inklusif dan berkeadilan bagi seluruh lapisan masyarakat,” pungkas Amsakar.
(Ahmad Nusur)





Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.