Jakarta – Letnan Jenderal TNI (Purn.) Kiki Syahnakri merupakan salah satu tokoh militer Indonesia yang dikenal luas karena ketegasan sikap, kecerdasan strategis, serta perjalanan kariernya yang panjang dan sarat dinamika. Lahir di Karawang, Jawa Barat, pada 22 April 1947, Kiki tumbuh dan ditempa menjadi prajurit profesional yang disegani, khususnya di matra infanteri—bidang yang menjadi napas pengabdiannya selama lebih dari tiga dekade.
Sebagai alumnus Akademi Militer tahun 1971, Kiki Syahnakri memulai karier dari jenjang terbawah. Ia mengasah disiplin, kepemimpinan, dan ketangguhan di satuan Infanteri Kostrad, salah satu pasukan tempur elite TNI Angkatan Darat. Pengalaman lapangan yang luas serta karakter kepemimpinannya membuatnya kerap dipercaya mengemban penugasan strategis, termasuk pada masa krusial Pendudukan Indonesia di Timor Timur—sebuah periode yang menjadi ujian berat bagi TNI dan bangsa Indonesia.
Karier militernya terus menanjak hingga mencapai pangkat Letnan Jenderal TNI. Puncak pengabdian itu mencerminkan rekam jejak kepemimpinan yang matang dan kepercayaan institusi terhadap integritasnya. Sebelum menjabat sebagai Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Wakasad), Kiki Syahnakri pernah dipercaya sebagai Panglima Kodam IX/Udayana, komando teritorial strategis yang mencakup Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur—wilayah dengan tantangan keamanan dan sosial yang kompleks.
Di balik sosoknya sebagai prajurit profesional, Kiki Syahnakri juga dikenal memiliki sisi personal yang membentuk karakternya. Ia merupakan anak angkat dari G.H. Mantik, tokoh yang berperan besar dalam membentuk kepribadiannya sebagai pemimpin yang rendah hati, namun tetap tegas dalam mengambil keputusan.
Selama lebih dari 31 tahun masa pengabdian (1971–2002), nama Letnan Jenderal TNI (Purn.) Kiki Syahnakri tercatat dalam sejarah TNI Angkatan Darat sebagai prajurit yang ditempa oleh kerasnya medan tugas, dibesarkan oleh disiplin militer, dan dikenang karena dedikasi serta loyalitasnya kepada bangsa dan negara.





Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.