Jakarta – Pagi yang cerah itu, Masjid Istiqlal Jakarta diselimuti suasana khidmat dan penuh kekhusyukan. Presiden Soeharto hadir bersama Wakil Presiden, para menteri kabinet, serta sejumlah duta besar negara-negara Islam untuk melaksanakan Salat Idul Adha berjemaah, membaur dengan ribuan masyarakat Ibu Kota.
Gema takbir menggema megah di ruang utama masjid terbesar di Asia Tenggara tersebut, mengiringi langkah para jemaah yang datang dengan penuh rasa syukur. Di bawah sinar matahari pagi yang lembut, perayaan Idul Adha berlangsung dalam nuansa religius yang mendalam.
Kehadiran para pemimpin negara dan tokoh penting dari berbagai latar belakang menjadikan momen ini bukan sekadar ibadah tahunan, melainkan simbol kuat persatuan umat Islam serta keharmonisan hubungan antarbangsa. Presiden Soeharto tampak menyatu dengan jemaah lainnya, berdiri dalam saf yang sama, menundukkan kepala dalam doa-doa yang dipanjatkan dengan khusyuk.
Perayaan Idul Adha saat itu menjadi pengingat akan nilai-nilai luhur keikhlasan, pengorbanan, dan persaudaraan—nilai universal yang terus dijaga dan diwariskan sebagai bagian dari jati diri bangsa Indonesia.





Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.