Sragen – Di tengah derasnya arus globalisasi yang kerap menggerus nilai-nilai kebangsaan, upaya menanamkan semangat cinta tanah air kepada generasi muda menjadi sebuah keniscayaan. Kesadaran inilah yang mendorong Babinsa Koramil 12/Gesi Kodim 0725/Sragen, Sertu Heri, untuk turun langsung menyapa para pelajar SMKN 1 Gesi melalui kegiatan sosialisasi Korps Kadet Republik Indonesia (KKRI), Selasa (13/01/2026).
Berlokasi di halaman sekolah, kegiatan ini diikuti oleh sekitar 32 siswi yang tampak antusias sejak awal hingga akhir acara. Bukan sekadar sosialisasi biasa, kegiatan ini menjadi ruang dialog dan pembinaan karakter bagi para pelajar perempuan agar tumbuh sebagai generasi yang disiplin, tangguh, dan berjiwa nasionalis.
Dalam penyampaiannya, Sertu Heri menjelaskan bahwa Korps Kadet Republik Indonesia merupakan wadah pembinaan generasi muda yang berorientasi pada pembentukan mental, kedisiplinan, serta rasa tanggung jawab terhadap bangsa dan negara. Melalui KKRI, pelajar diharapkan tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat secara karakter dan memiliki kepedulian terhadap keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap para siswa memiliki semangat bela negara dan mampu menjadi generasi penerus yang mencintai NKRI,” ungkapnya.
Menurutnya, tantangan generasi muda saat ini tidak hanya datang dari luar, tetapi juga dari dalam, seperti lunturnya nilai kebangsaan akibat pengaruh budaya asing dan perkembangan teknologi. Oleh karena itu, sosialisasi bela negara dinilai sangat relevan untuk memperkuat jati diri pelajar sebagai anak bangsa.
“Kami sebagai aparat kewilayahan akan terus mendukung dan mendorong kegiatan-kegiatan positif yang menanamkan nilai cinta tanah air, khususnya di lingkungan sekolah,” tambahnya.
Dukungan terhadap kegiatan ini juga datang dari pihak sekolah. Sasmita, salah satu guru SMKN 1 Gesi, mengapresiasi langkah Babinsa yang telah memberikan pemahaman sekaligus motivasi kepada para siswi.
“Kegiatan ini sangat positif karena memberikan wawasan tentang pentingnya semangat bela negara, kedisiplinan, dan tanggung jawab. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan secara berkelanjutan,” ujarnya.
Selama kegiatan berlangsung, suasana tampak tertib dan penuh semangat. Para siswi mengikuti setiap materi dengan serius, menunjukkan bahwa nilai-nilai kebangsaan masih memiliki tempat di hati generasi muda jika disampaikan dengan pendekatan yang tepat.
Bagi para peserta, kegiatan sosialisasi KKRI ini bukan hanya menambah pengetahuan, tetapi juga menumbuhkan kesadaran bahwa bela negara tidak selalu identik dengan angkat senjata, melainkan dapat diwujudkan melalui sikap disiplin, cinta tanah air, dan kontribusi positif di lingkungan masing-masing.
Melalui kegiatan seperti ini, sinergi antara TNI dan dunia pendidikan diharapkan mampu melahirkan generasi muda Indonesia yang tidak hanya siap menghadapi tantangan zaman, tetapi juga tetap teguh memegang nilai-nilai kebangsaan.
(Agus Kemplu)





Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.