Batam – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh Nada Salsabila Kamil. Siswi Kelas XI jurusan Analisis Pengujian Laboratorium (APL) SMKN 4 Batam ini menjadi sorotan publik hingga menarik perhatian Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia (RRI) Kota Batam.

Atas capaian gemilang di dunia literasi, Nada diundang secara khusus sebagai narasumber dalam sesi wawancara Podcast RRI Batam yang digelar pada Rabu pagi, 21 Januari 2026.

Nama Nada kian dikenal setelah merilis novel terbarunya berjudul “Riana” pada 15 Januari 2026 lalu. Novel tersebut diterbitkan di bawah naungan Androcenta dan Chars Publishing. Tak hanya itu, Nada juga dipercaya sebagai Duta Ayo Jadi Penulis oleh Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI).

Meski masih berstatus pelajar, “Riana” bukanlah karya pertama putri dari Muhammad Kamil ini. Sebelumnya, Nada telah sukses menerbitkan empat novel lainnya berjudul Antagonis Couple, Depresi, Sisi Gelap, dan Father.

Dalam perbincangan bersama Host Bedi Prabu di RRI Batam, Nada hadir didampingi sang ayah serta Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMKN 4 Batam, Reny Tri Susanti. Ia mengungkapkan rasa syukur atas apresiasi yang diterimanya.

“Tentunya saya sangat senang karena mendapat apresiasi dari penerbit, sekolah, media lokal Kepri, hingga RRI. Alhamdulillah, saya bisa membanggakan orang tua dan sekolah melalui karya-karya ini,” ujar Nada dengan penuh haru.

Nada menuturkan, kemampuan menulis yang dimilikinya tidak diperoleh secara instan. Ia konsisten membangun kebiasaan membaca dari sumber-sumber positif, memanfaatkan media sosial secara bijak, serta terus mengasah kemampuan menulis melalui berbagai referensi.

Dukungan penuh dari orang tua, teman, dan para senior juga menjadi faktor penting yang memacu semangatnya untuk terus berkarya.

Sementara itu, Kepala SMKN 4 Batam melalui Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Reny Tri Susanti, menyampaikan apresiasi tinggi atas prestasi Nada. Ia berharap capaian tersebut dapat berjalan seiring dengan tanggung jawab akademik.

“Ke depan Nada harus tetap berprestasi dalam menulis, namun jangan sampai meninggalkan kewajiban akademik yang harus diselesaikan di sekolah,” pesannya.

Reny menambahkan, pihak sekolah sangat terbuka dan siap mendukung pengembangan karya Nada ke level yang lebih tinggi.

“Kami berharap prestasi Nada bisa menjadi inspirasi bagi siswa lain. Ke depan, semoga karya-karyanya dapat dikembangkan dalam bentuk animasi atau karya kreatif lainnya. Insyaallah sekolah akan selalu mendukung,” tutupnya.

(Tim)