Boyolali – Menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1447 H/2026 M, ratusan warga Desa Sumber Agung, Kecamatan Klego, Kabupaten Boyolali mengikuti pengajian tradisi Sadranan yang berlangsung khidmat di halaman TPU Rogo Itu, Senin (9/2/2026).

Kegiatan yang dihadiri sekitar 300 jamaah tersebut turut dihadiri Babinsa Koramil 14/Klego Kodim 0724/Boyolali, Serda Ari Isnawan. Hadir pula unsur Kecamatan Sambi, Bhabinkamtibmas Polsek Andong, Kepala Desa Sumber Agung beserta perangkat desa, serta tokoh masyarakat, tokoh agama, dan tokoh pemuda.

Kehadiran berbagai elemen tersebut menjadi wujud sinergi dalam menjaga dan melestarikan tradisi leluhur, mempererat silaturahmi, sekaligus memperkuat nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat menjelang bulan suci Ramadhan.

Dalam tausiyahnya, penceramah menjelaskan bahwa Sadranan berasal dari kata “sodrun” yang berarti dada, yang dimaknai sebagai upaya membersihkan hati dari kesalahan dan dosa melalui sikap saling memaafkan. Tradisi ini juga menjadi pengingat pentingnya mendoakan para leluhur, karena ikatan antara yang hidup dan yang telah wafat tetap terjalin melalui doa.

Sebagai bagian dari warisan budaya bangsa, tradisi Sadranan dinilai perlu terus dilestarikan sebagai wujud kecintaan terhadap budaya lokal sekaligus penguatan nilai kebangsaan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Secara terpisah, Danramil 14/Klego, Lettu Inf Yance, mengapresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, pengajian Sadranan tidak hanya menjadi sarana meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, tetapi juga berperan penting dalam memperkuat persatuan dan kesatuan warga.

Ia berharap, momentum Sadranan ini semakin mempererat komunikasi dan kebersamaan masyarakat, khususnya di wilayah Kecamatan Klego, sehingga tercipta suasana yang rukun dan harmonis dalam menyambut bulan suci Ramadhan.

(Agus Kemplu)