Sipirok — Personel Satuan Brimob Polda Sumatera Utara terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung proses pemulihan pascabencana banjir bandang dan tanah longsor di Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan. Salah satu bentuk dukungan tersebut diwujudkan melalui pengamanan pembangunan hunian sementara (Huntara) dan hunian tetap (Huntap) bagi masyarakat terdampak, Rabu (11/02/2026).

Kehadiran personel Brimob di lokasi pembangunan bertujuan memastikan seluruh tahapan berjalan aman, tertib, dan lancar, sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat serta para pekerja yang terlibat dalam proses pembangunan.

Pengamanan dipusatkan di Posko Brimob Desa Aek Latong, Kecamatan Sipirok, yang menjadi titik koordinasi kegiatan di lapangan. Berdasarkan laporan terbaru, progres pembangunan Huntara telah mencapai sekitar 80 persen. Sebanyak 24 unit hunian komunal telah berdiri, sementara dua unit lainnya masih dalam tahap pemasangan atap seng. Seluruh Huntara dibangun di atas lahan seluas kurang lebih dua hektare.

Sementara itu, pembangunan hunian tetap (Huntap) masih berada pada tahap awal, yakni proses pemerataan lahan menggunakan satu unit excavator dan satu unit dozer di area seluas sekitar dua hektare.

Danton II Kompi 2/C Satbrimob Polda Sumut, Ipda Andriko P. Sembiring, S.H., menyampaikan bahwa pengamanan ini merupakan bagian dari tanggung jawab Brimob dalam mendukung percepatan pemulihan kehidupan masyarakat pascabencana.

“Kami hadir untuk memastikan seluruh tahapan pembangunan berjalan aman dan kondusif. Hunian ini menjadi kebutuhan mendesak bagi warga terdampak, sehingga stabilitas dan keamanan di lokasi harus benar-benar terjaga,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa kehadiran personel Brimob tidak hanya sebagai aparat pengamanan, tetapi juga sebagai mitra masyarakat dalam proses pemulihan.

Diharapkan pembangunan Huntara dan Huntap dapat segera rampung dan dimanfaatkan oleh warga terdampak, sehingga aktivitas kehidupan masyarakat dapat kembali berjalan normal.