Jakarta – Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto menunjukkan wujud empati dan kepedulian terhadap keluarga prajurit dengan menghadiri kegiatan penyerahan bantuan kepada ahli waris 23 prajurit Korps Marinir TNI AL yang gugur akibat tanah longsor saat latihan di Cisarua, Bandung Barat.
Kegiatan yang digelar di Kesatrian Hartono Marinir, Cilandak, Jakarta Selatan, Kamis (19/2/2026), berlangsung dalam suasana haru. Panglima TNI hadir didampingi Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Muhammad Ali, Pangkormar Letjen TNI (Mar) Dr. Endi Supardi, serta Ustadz Adi Hidayat.
Dalam sambutannya, Panglima TNI menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga prajurit yang gugur. Ia menegaskan bahwa seluruh keluarga besar TNI turut merasakan duka atas kepergian prajurit terbaik bangsa tersebut.
“Atas nama keluarga besar TNI, saya mengucapkan duka cita yang mendalam kepada prajurit-prajurit terbaik yang telah gugur di medan latihan,” ujarnya.
Panglima TNI juga menegaskan komitmen untuk mengawal masa depan keluarga yang ditinggalkan sesuai arahan Presiden RI Prabowo Subianto. Ia meminta agar perhatian diberikan terhadap pendidikan dan pembinaan anak-anak prajurit, termasuk peluang untuk melanjutkan pengabdian melalui institusi TNI.
“Bapak Presiden sudah menyampaikan kepada saya untuk mengurus keluarganya. Tolong anak-anaknya dicatat dan dibimbing, jangan dipersulit,” tegasnya.
Selain itu, Panglima TNI berpesan agar keluarga tetap tegar dan terus membimbing putra-putri mereka dengan baik sehingga kelak menjadi kebanggaan bagi keluarga dan bangsa.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Ustadz Adi Hidayat, memohon agar para prajurit yang gugur diterima di sisi Allah SWT serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran dan keikhlasan.
Kegiatan ini menjadi bentuk nyata kepedulian pimpinan TNI terhadap keluarga prajurit, sekaligus penegasan bahwa negara hadir bagi mereka yang telah berkorban demi bangsa dan negara.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.