Palu – Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tengah, Novalina, resmi meraih gelar doktor setelah lulus dalam sidang terbuka Ujian Promosi Doktor di Universitas Tadulako, Palu, Jumat (6/3/2026). Ia dinyatakan lulus dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,97 dan meraih predikat dengan pujian (cum laude).
Sidang promosi doktor tersebut turut menghadirkan Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid sebagai penguji kehormatan. Ujian terbuka dipimpin Rektor Universitas Tadulako Amar, bersama tim penguji dari kalangan akademisi dan pakar kebijakan publik.
Dalam disertasinya yang berjudul “Implementasi Kebijakan Penjenjangan Kinerja Perangkat Daerah di Provinsi Sulawesi Tengah”, Novalina menyoroti pentingnya penguatan sistem manajemen kinerja birokrasi daerah sebagai upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik serta efektivitas tata kelola pemerintahan.
Gubernur Anwar Hafid menyampaikan apresiasi atas capaian akademik tersebut. Menurutnya, gagasan yang diangkat dalam disertasi tersebut memiliki nilai strategis bagi pengembangan birokrasi serta reformasi tata kelola pemerintahan daerah.
“Sebagai gubernur sekaligus penguji kehormatan, saya bangga. Disertasi ini menunjukkan birokrasi daerah mampu melahirkan gagasan inovatif berbasis kajian ilmiah yang berpotensi diterapkan dalam tata kelola pemerintahan,” ujar Anwar Hafid dalam sidang tersebut.
Dalam sambutannya, Novalina menyampaikan terima kasih kepada para pembimbing, penguji, serta civitas akademika Program Doktor Ilmu Sosial Pascasarjana Universitas Tadulako yang telah memberikan bimbingan dan perspektif ilmiah selama proses penyusunan disertasi.
Ia juga mengungkapkan rasa terima kasih kepada keluarga, rekan kerja, serta seluruh pihak yang memberikan dukungan selama perjalanan akademiknya.
“Di balik setiap halaman disertasi ini ada doa yang tidak pernah berhenti dipanjatkan dan dukungan keluarga yang menguatkan langkah saya,” kata Novalina.
Menurutnya, kebijakan publik tidak hanya berbasis data dan analisis, tetapi juga memerlukan nilai kemanusiaan karena setiap keputusan birokrasi berkaitan langsung dengan kehidupan masyarakat.
“Semakin jauh kita menelusuri ilmu, semakin kita menyadari bahwa kebijaksanaan dalam kebijakan publik adalah perjalanan belajar yang tidak pernah berhenti,” ujarnya.
Sidang promosi doktor tersebut juga dihadiri penguji eksternal Khairul Muluk, Sekretaris Tim Penguji Abdul Rivai, promotor Slamet Riadi, serta para penguji lainnya termasuk Djayani Nurdin dan Mustainah.
Hadir pula sejumlah kepala organisasi perangkat daerah Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, keluarga, dan sahabat promovenda. Momentum akademik ini dinilai menjadi kebanggaan bagi Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah karena memperlihatkan kontribusi kalangan birokrasi dalam pengembangan ilmu pengetahuan sekaligus inovasi kebijakan publik di tingkat daerah.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.