Puncak Jaya – Personel Kodim 1714/Puncak Jaya turut hadir dalam kegiatan Apel Gelar Pasukan TNI/Polri, Satgas dan Apintel dalam rangka pengamanan Operasi Ketupat Noken 2026. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Lapangan Mapolres Puncak Jaya, Jalan Trans Papua, Distrik Pagaleme, Kabupaten Puncak Jaya, Provinsi Papua Tengah, Kamis (12/3/2026).

Apel dipimpin oleh Kapolres Puncak Jaya Ahmad Fauzan dan didampingi Wakil Bupati Puncak Jaya Mus Kogoya. Kegiatan tersebut diikuti sekitar 150 personel gabungan yang terdiri dari unsur TNI, Polri, Satgas Apintel, serta Aparatur Sipil Negara (ASN) Kabupaten Puncak Jaya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kabagops Polres Puncak Jaya AKP Matheus T. Ate, Pasi Ops Kodim 1714/Puncak Jaya Kapten Inf Daniel Sine, Asisten II Kabupaten Puncak Jaya Bidang Ekonomi Pembangunan Esau Karoba, Kepala Satpol PP Kabupaten Puncak Jaya Irwan Tabuni, Danpos Kopasgat Mulia Kapten Pas Ardhean Rizky Himawan, Dantim Bais Kapten Inf Asep, Kapolsek Mulia IPTU Okto Agus T, Kasat Samapta Polres Puncak Jaya IPDA Kasron Manurun, Kasubag Dalpers IPDA R. Donal, Tim Community Puncak Jaya, serta para ASN Kabupaten Puncak Jaya.

Dalam amanatnya, Kapolres Puncak Jaya menyampaikan bahwa pelaksanaan mudik dan perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah harus dapat berjalan aman, nyaman, dan tertib melalui sinergitas lintas sektor antara TNI, Polri, pemerintah daerah, serta seluruh elemen masyarakat.

Ia juga menyinggung situasi global yang saat ini mengalami eskalasi konflik di beberapa kawasan dunia yang berdampak terhadap harga minyak dunia serta berpotensi memengaruhi stabilitas ekonomi nasional. Indonesia, kata dia, tetap mengedepankan politik luar negeri bebas aktif dengan berperan dalam diplomasi perdamaian melalui konsep Two State Solution serta berperan sebagai juru damai di berbagai forum internasional.

Pemerintah juga terus menjaga stabilitas nasional dengan memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) melalui subsidi dan stok yang mencukupi. Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan panic buying yang dapat mengganggu stabilitas distribusi.

Selain itu, pemerintah telah menerbitkan Surat Keputusan Bersama yang mengatur lalu lintas, penyeberangan, serta pengaturan proyek konstruksi selama masa mudik. Dalam pelaksanaannya akan diterapkan sistem delaying system, buffer zone, serta first come first in guna mengurai kepadatan arus kendaraan.

Kapolres juga menegaskan bahwa potensi gangguan kamtibmas seperti kejahatan konvensional, aksi premanisme, hingga balap liar perlu diantisipasi melalui patroli bersama dengan melibatkan unsur Pam Swakarsa. Selain itu dilakukan pendataan rumah kosong yang ditinggal mudik serta penyediaan layanan penitipan kendaraan bagi masyarakat.

Di samping itu, potensi bencana hidrometeorologi juga menjadi perhatian dengan menyiapkan tim tanggap darurat serta sarana dan prasarana pendukung guna mengantisipasi berbagai kemungkinan selama periode libur Idul Fitri.

Pada kesempatan yang sama, Pasi Ops Kodim 1714/Puncak Jaya Kapten Inf Daniel Sine menyampaikan bahwa dalam mendukung Operasi Ketupat Tahun 2026, TNI bersama Polri akan melaksanakan berbagai kegiatan pengamanan guna menjamin keamanan, kelancaran, dan ketertiban masyarakat selama masa mudik dan perayaan Idul Fitri.

Kegiatan tersebut meliputi pengaturan lalu lintas sesuai Surat Keputusan Bersama, patroli bersama untuk mengantisipasi gangguan kamtibmas dengan melibatkan elemen masyarakat, monitoring ketersediaan BBM, serta kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi.

Dengan sinergitas seluruh pihak, diharapkan momentum Idul Fitri dapat berjalan dengan aman, tertib, dan lancar serta turut mendukung stabilitas ekonomi nasional.

(Pen Kodim 1714/PJ)