Bintan – Pemerintah Kabupaten Bintan terus menunjukkan komitmennya dalam membangun generasi muda yang unggul dan berkarakter. Tak hanya fokus pada kecerdasan dan keterampilan, pembinaan juga diarahkan pada penguatan nilai-nilai keagamaan.
Melalui program perkemahan religius, Bupati Bintan Roby Kurniawan mengajak para pemuda asli daerah untuk ikut ambil bagian dalam kegiatan yang menggabungkan edukasi, spiritualitas, dan kebersamaan di alam terbuka.
“ Saya memanggil pemuda-pemuda hebat di Bintan untuk menjadi generasi religius. Ini adalah ikhtiar bersama agar anak muda kuat secara lahir dan batin, sehingga mampu membawa Bintan menjadi daerah yang madani dan religius,” ujar Roby, Jumat (3/4).
Kegiatan yang digagas oleh Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Bintan ini akan dikemas dalam bentuk perkemahan selama tiga hari di Bumi Perkemahan Kwarcab Bintan, Tembeling, Kecamatan Teluk Bintan.
Berbagai aktivitas telah disiapkan untuk para peserta, mulai dari perkemahan, tadabbur alam, ibadah dan muhasabah, kultum subuh, kebugaran jasmani, hingga kajian keislaman. Selain itu, peserta juga akan dibekali pelatihan kepemimpinan berbasis agama, praktik fardhu kifayah, tata cara penyembelihan hewan, outbound, hingga bimbingan menjadi konten kreator Islami.
Kepala Dispora Bintan, Alfeni Harmi, menjelaskan bahwa kegiatan ini ditujukan khusus bagi peserta laki-laki (ikhwan) berusia 16 hingga 30 tahun yang berdomisili di Bintan.
“Peserta akan menginap di tenda untuk menciptakan suasana belajar agama yang menyatu dengan alam. Selain itu, ada juga pelatihan menjadi imam dan praktik penyembelihan hewan yang memang diperuntukkan bagi laki-laki,” jelasnya.
Ia juga menambahkan, ke depan pihaknya membuka peluang untuk menghadirkan program serupa bagi peserta perempuan (akhwat).
Pendaftaran kegiatan ini telah dibuka hingga 15 April 2026 melalui tautan yang disediakan panitia. Dengan kuota terbatas, calon peserta akan melalui tahap seleksi sebelum dinyatakan lolos.
Seluruh peserta nantinya akan mendapatkan fasilitas berupa uang transportasi, perlengkapan pelatihan, tas ransel, konsumsi tiga kali sehari, serta sertifikat.
Program ini diharapkan mampu melahirkan generasi muda Bintan yang tidak hanya cerdas dan kompeten, tetapi juga memiliki pondasi keimanan yang kuat sebagai bekal menghadapi masa depan.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.