Batam – Pemerintah Kota (Pemko) Batam menyiapkan pembangunan jalan lingkar sepanjang sekitar 43,14 kilometer sebagai bagian dari upaya memperkuat konektivitas antarkawasan sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi dan pengembangan kota.
Wali Kota Batam Amsakar Achmad mengatakan, pembangunan jalan lingkar menjadi bagian dari arah pembangunan infrastruktur bersama Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra. Infrastruktur tersebut diharapkan dapat membuka akses baru, memperlancar mobilitas masyarakat, serta mendukung pergerakan barang dan aktivitas ekonomi.
“Kita ingin pembangunan jalan tidak hanya berorientasi pada membuka akses, tetapi juga membangun konektivitas antarkawasan. Jalan lingkar ini menjadi bagian dari upaya kita menyiapkan infrastruktur Batam untuk kebutuhan masyarakat dan perkembangan kota ke depan,” ujar Amsakar.
Berdasarkan rencana Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Batam, pembangunan jalan lingkar terbagi menjadi tiga koridor, yakni Lingkar Selatan, Lingkar Utara, dan Lingkar Tengah.
Lingkar Selatan direncanakan sepanjang 10,075 kilometer dengan estimasi anggaran sekitar Rp183,32 miliar. Jalurnya antara lain meliputi Simpang Sei Pancur, Simpang Kampung Bagan, Waduk Duriangkang, hingga kawasan Bumi Perkemahan.
Sementara itu, Lingkar Utara memiliki panjang rencana 14,508 kilometer dengan estimasi anggaran sekitar Rp260,42 miliar. Koridor ini mencakup sejumlah kawasan mulai dari Simpang Golden Prawn, Bundaran Ocarina, Gedung Sumatera, Central Boulevard, Botania Garden hingga Simpang Kaveling Sambau.
Adapun Lingkar Tengah direncanakan sepanjang 18,558 kilometer dengan estimasi anggaran sekitar Rp355,76 miliar. Jalurnya menghubungkan sejumlah kawasan, antara lain Simpang Kantor Lurah Kibing, Jalan Diponegoro, Tiban Housing, Tiban Indah, Tanjung Uma hingga Pondok Pelangi.
Jika seluruh koridor direalisasikan, total panjang jalan lingkar mencapai sekitar 43,14 kilometer, dengan estimasi kebutuhan anggaran sekitar Rp799,5 miliar.
Amsakar menegaskan pembangunan akan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kesiapan perencanaan, kemampuan anggaran, serta pembagian kewenangan antara Pemko Batam dan BP Batam.
“Pembangunan ini membutuhkan perencanaan dan kolaborasi. Karena itu, kita akan melaksanakannya secara bertahap sesuai kemampuan dan prioritas. Yang terpenting, arah pembangunannya jelas dan manfaatnya bisa dirasakan masyarakat,” katanya.
Dalam rencana pelaksanaan yang disusun DBMSDA Batam, pembangunan jalan lingkar ditargetkan mencapai 3,5 kilometer pada 2026 dan 4,767 kilometer pada 2027.
Menurut Amsakar, peningkatan konektivitas menjadi bagian penting dalam pembangunan Batam ke depan. Jaringan jalan yang semakin terintegrasi diharapkan mampu memperpendek waktu tempuh, membuka akses kawasan baru, serta memperkuat aktivitas ekonomi.
“Batam terus berkembang. Infrastruktur harus mengikuti perkembangan itu. Kita ingin konektivitas semakin baik sehingga masyarakat lebih mudah bergerak dan kegiatan ekonomi dapat tumbuh di berbagai kawasan,” ujarnya.
Pemko Batam berharap pembangunan jalan lingkar tersebut menjadi salah satu fondasi pengembangan Batam sebagai kota industri, perdagangan, jasa, dan investasi dengan jaringan infrastruktur yang semakin terintegrasi.
(Humas Diskominfo Batam)



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.