Tolitoli – Suasana Kabupaten Tolitoli, Senin (1/9/2025), tampak berbeda dari biasanya. Sejak pukul 09.20 WITA, ratusan massa gabungan mahasiswa, organisasi kemasyarakatan, hingga komunitas ojek online mulai berkumpul di Jalan Swadaya, Universitas Madako Tolitoli, Kelurahan Tambun, Kecamatan Baolan.

Aksi damai tersebut digelar oleh berbagai elemen pemuda, di antaranya Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), BEM Universitas Madako Tolitoli, BEM STIP Mujahidin Tolitoli, Forum Lintas Pemuda Tolitoli, serta komunitas ojek online. Diperkirakan sekitar 350 orang ikut serta, dengan Ardan (Ketua Forum Lintas Pemuda Tolitoli) dan Yogi Sentanu (Ketua HMI Cabang Tolitoli) bertindak sebagai koordinator lapangan.

Kronologi Aksi

Pukul 09.50 WITA, massa bergerak menuju simpang empat lampu merah Jalan Sultan Hasanuddin, Kelurahan Baru, sembari melakukan aksi bakar ban mobil sebagai simbol penolakan terhadap sejumlah persoalan yang mereka soroti.

Selanjutnya, tepat pukul 10.15 WITA, massa melanjutkan long march menuju Kantor Polres Tolitoli di Jalan Daud Lapau, Kelurahan Tuweley. Setibanya pada pukul 10.25 WITA, aksi orasi pun digelar secara bergantian.

Dalam orasi tersebut, mereka menyampaikan beberapa tuntutan, antara lain:

  • Reformasi internal Polri.

  • Menolak kenaikan tunjangan DPR.

  • Mengusut tuntas kasus pembunuhan Afan Kurniawan yang diduga melibatkan anggota Polri.

  • Mendesak Kapolres Tolitoli memastikan tidak ada tindakan kriminal di tubuh kepolisian.

  • Mendesak pencopotan Kapolri dan Kapolda Metro Jaya.

  • Mendesak pembebasan massa aksi yang saat ini masih ditahan kepolisian.

Sekitar pukul 11.05 WITA, massa bergerak ke Kantor DPRD Kabupaten Tolitoli. Sepuluh menit kemudian, mereka tiba di halaman kantor DPRD untuk kembali menyuarakan aspirasi.

Suasana Kondusif

Meski sempat terjadi pembakaran ban di jalan utama, aksi berlangsung kondusif dengan pengawalan aparat keamanan. Massa duduk bersama, menyatukan suara dengan penuh semangat namun tetap menjaga ketertiban.

Bagi para peserta, aksi ini bukan sekadar penyampaian aspirasi, melainkan wujud kepedulian terhadap masa depan bangsa dan penegakan keadilan.