Jambi – Ratusan Warga turun ke lokasi PT APN (Andika Perkasa Nusantara) diantaranya dari Desa Limau Manis, Desa Tungul Bulin, Desa Mekar Limau Manis, dan Desa Ulak Makam. Empat desa tersebut masuk kedalam Kecamatan Tabir Ilir Kabupaten Merangin di dampingi oleh Ardiansyah Babinsa, Ari Babinkamtibmas dan Camat Tabir Ilir yang di wakili oleh Sekcam Samsul Zaini.

Kepala Desa Limau Manis Aswani pada kesempatan tersebut berharap kepada warga yang turun ke lokasi agar tidak mengadakan tindakan anarkis agar semua persoalan bisa di selesaikan dengan kepala dingin. “Pada kali ini kita sengaja mengadakan aksi kelapangan agar ada perhatian dari pemerintah kabupaten Merangin dan Tebo dan juga pemerintah Provinsi,” ujar Aswani.

Masih menurut Aswani. “Beberapa bulan yang lalu ada laporan dari beberapa warga di wilayah tapal batas Merangin-Tebo, dan sekarang sudah terjadi penyerobotan lahan, yang notabennya milik warga Kabupaten Merangin yang di serobot oleh PT APN. Hal ini karena lahan tersebut di klaim oleh Pemerintah Tebo, dengan demikian banyak warga Merangin yang di rugikan oleh pihak PT APN tersebut, persoalan ini sudah kami laporkan ke pemerintah daerah,” ujarnya.

“Dampak dari penyerobotan tersebut, malah pihak perusahaan malah melaporkan pemilik lahan yang sah ke Polda Jambi, dengan tuduhan warga yang menyerobot lokasi PT, itukan lucu,” tambah Aswani.

Sekcam Tabir Ilir Samsul Zaini, juga menyampaikan hal yang serupa. “kami dari pihak pemerintah kecamatan tentunya informasi ini sudah kami ketahui beberapa hari yang lalu, namun hal ini kami minta izin kepada Camat, kita harus mempertahankan hak kita, sejauh mana yang sudah di lakukan oleh pihak PT APN, dan pihak PT APN juga mungkin sudah merasa Hak mereka karena meraka telah mendapatkan dari Pemerintah Kabupaten Tebo, kalau mereka memiliki bukti kita juga memilki bukti, bagaimana dengan pohon karet yang kita sadap sudah puluhan tahun, yang jelas hari ini kita memastikan sampai dimana batas yang telah di kuasai oleh pihak PT APN,” terang Sekcam.

Sementara dari pihak PT APN Ardiansyah selaku Management PT APN yang sedang berada di lokasi didampingi oleh KUD, dan juga ada beberapa APH baik itu baju Coklat maupun baju Loreng menjelaskan kalau lokasi yang telah di garap ada seluas kurang lebih 30 Ha, dan lokasi tersebut akan dijadikan Pabrik Kelapa Sawit (PKS), kalau masalah lahan yang telah digarapnya tersebut semua sudah memenuhi ketentuan yang ada.

“Kalau masalah lahan yang kami garap ini semua sudah jelas asal usulnya dan semua surat lengkap, sporadik dari warga Desa Tanah Garo yang di keluarkan oleh Kepala Desa Tanah Garo,” terang Adriansyah.

Setelah melakukan perundingan dengan kepala dingin akhirnya dua Unit alat berat yang sedang melakukan Steking di keluarkan oleh warga demi menjaga kenyamanan dan juga ketenangan para warga yang memiliki lahan di lokasi. (Syargawi)