TOLITOLI – Senin pagi, 1 September 2025, pukul 08.00 WITA, suasana lapangan Markas Komando Polres Tolitoli dipenuhi nuansa disiplin dan kesiapsiagaan. Ratusan personel gabungan dari Polri, TNI, dan Brimob mengikuti apel pagi serta apel kesiapan pengamanan yang dipimpin langsung oleh Kapolres Tolitoli, AKBP Wayan Wayracana Aryawan, S.I.K.
Apel ini digelar dalam rangka persiapan menghadapi kegiatan aksi unjuk rasa yang direncanakan berlangsung di Kabupaten Tolitoli. Dalam sambutannya, Kapolres menegaskan pentingnya mengedepankan pendekatan humanis serta menjaga marwah institusi keamanan dalam setiap langkah pengamanan.
“Mereka yang turun ke jalan bukanlah musuh. Mereka adalah saudara kita, masyarakat kita sendiri, yang ingin menyampaikan aspirasi. Tugas kita adalah mengawal, menjaga, dan memastikan kegiatan berlangsung tertib, aman, serta damai,” tegas AKBP Wayan dengan suara lantang namun penuh keteduhan.
Kapolres juga mengingatkan bahwa aksi damai bukanlah ancaman, melainkan bentuk nyata dari demokrasi yang harus dihormati bersama. Ia menyinggung istilah “September Gelap” sebagai pengingat sejarah yang kelam, namun menekankan bahwa Tolitoli hari ini harus menghadirkan September yang penuh cahaya, kedamaian, dan persatuan.
Turut hadir dalam apel tersebut sejumlah pejabat penting yang memperkuat sinergi lintas institusi. Dari unsur TNI AL, hadir Kapten Laut Mardin dan Letda Laut Ibnu, sementara dari jajaran Kodim tampak Lettu Eko Wahyudi yang menjabat sebagai Danton. Dari sisi Polri, tampak pula Danton PHH Iptu Franky, serta AKP Suprojo, S.H., M.H. selaku Kabagops Polres Tolitoli yang juga memberikan arahan teknis kepada personel di lapangan.
Kekuatan pengamanan semakin solid dengan hadirnya AKP, Suharyono Komandan Kompi 4 Batalyon A Pelopor Satbrimobda Sulteng bersama anggotanya, yang memastikan kesiapan satuan elit dalam mendukung tugas-tugas lapangan. Seluruh personel diperintahkan menjaga komunikasi, koordinasi, dan kendali emosi agar tidak terjadi gesekan yang tidak diinginkan.
Suasana apel berlangsung khidmat. Sorot mata para personel menunjukkan keseriusan sekaligus ketulusan dalam menjalankan tugas. Tidak hanya kesiapan fisik, namun juga kesiapan moral dan spiritual ditekankan dalam kegiatan ini.
Apel kesiapan ini menjadi simbol nyata bahwa aparat keamanan di Tolitoli hadir bukan untuk menakut-nakuti, melainkan untuk melayani dan mengayomi. Pesan-pesan Kapolres menegaskan bahwa keberhasilan pengamanan bukan diukur dari banyaknya massa yang dibubarkan, melainkan dari terciptanya rasa aman, nyaman, dan damai bagi seluruh masyarakat.
Di akhir apel, Kapolres kembali mengingatkan bahwa tugas pengamanan aksi damai adalah amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. “Mari kita jadikan hari ini sebagai momentum untuk menunjukkan bahwa Tolitoli mampu menjaga kebersamaan. Tidak ada jarak antara aparat dan masyarakat, karena kita semua adalah bagian dari bangsa yang sama,” pungkas AKBP Wayan.
Dengan semangat kebersamaan ini, seluruh personel meninggalkan lapangan apel dengan langkah tegap, membawa pesan kedamaian dan kesiapan menjaga keamanan Tolitoli di bulan September yang penuh harapan.

