Batam – Kapos Pelabuhan Batu Ampar Abrita Ginting menyampaikan perjalanan arus mudik dari tanggal 17 hingga 31 Maret 2025 di Pelabuhan Bintang 99 Batu Ampar melalui PELNI tujuan Belawan dan Jakarta masih lancar dan aman. Jumlah pemudik yang mengunakan PELNI mencapai 28.000 orang, dan hari ini tanggal 31 Maret jumlah penumpang 3,600 orang, Batam (31/3/2025).
Abrita Ginting menjelaskan, “Pengaman dari Polresta Barelang jumlah 5 orang, TNI 4 orang, Satpol PP 4 orang, Kesehatan 3 orang dan Ditpam 4 orang. Jumlah penumpang yang berangkat hari ini mencapai 4000 orang. Pengamanan dari Tim Terpadu berbagi tugas dari pintu masuk hingga ruang tunggu masuk ke Kapal,” jelasnya.
“Hingga saat ini arus mudik masih berjalan lancar dan aman. Kendala yang masih ada yaitu saat melakukan Chekin Tiket, dimana masyarakat masih banyak yang belum mengetahui cara chaking tiket melalui online. Hal ini membuat penumpang menumpuk di Gate 1 karena lambatnya melakukan chekin tersebut,” tambah Abrita.
Petugas Pelni saat di tanyakan terkait adanya pembelian tiket palsu yang di beli melalui sosial media mengatakan, “Benar, masih banyak masyarakat yang membeli tiket melalui sosial media dan tidak teliti, sehingga mereka membeli tiket palsu yang dilakukan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab,” ucapnya.
Beliu menyarankan, “kami sarankan kepada masyarakat belilah tiket pada aplikasi resmi PELNI, atau ke jasa-jasa layanan penjualan tiket yang resmi. Hal ini untuk menghindari terjadinya penipuan pembelian tiket palsu dari oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab,” sarannya.
Petugas Ditpam yang di perbantukan di Pelabuhan Bintang 99 saat ditanyakan terkait kemacetan kendaraan yang masuk ke area pelabuhan awalnya enggan berkomentar, akhirnya buka suara, “ya kami ini hanya bertugas bang. Sebenarnya kemacetan ini akibat dari banyaknya kontainer-kontainer pengusaha memakirkan alat berat di tepi jalan dan juga ada materila-material milik pengusaha atau kontraktor menumpuk di pinggirjalan masuk ke Pelabuhan Bintang 99, belum lagi jalan yang rusak dan banyak berlobang. Kami sudah menghimbau ke perusahaan tapi kayaknya tidak di dengar. Harapan kami dengan di beritakan semoga Ketua BP Batam dan Pemerintah Kota Batam mau menertipkan kedepan dan semua berjalan lancar,” ujarnya yang masih enggan di tuluskan namanya.
Hasil liputan Titah News dari arah masuk ke pelabuhan Bintang 99 sampai area pelabuhan sejak selesai sholat Idul Fitri hingga kapal berangkat kemacetan yang dialami pengemudi bisa mencapai 2 jam antri masuk dan 2 jam antri keluar pelabuhan.
Salah seorang pengemudi yang mengantarkan penumpang mengatakan, “kita mengantar penumpang ongkosnya ngak seberapa, tapi bayangin bang, masuk antri mobilnya 2 jam dan keluar pelabuhan juga antri hingga 2 jam. Kami menilai pelabuhan ini sangat jelek dari pelabuhan lainnya di kota Batam ini. Tentunya ini sangat merugikan kita yang mencari makan, baik dari waktu maupun minyak karena mobil kita antri hingga 4 jam,” tutup pengemudi Maxim.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.