Batam, Kepulauan Riau – Pelatihan Visit, Board, Search, and Seizure (VBSS) Tahap VII yang diselenggarakan oleh Badan Keamanan Laut Republik Indonesia (Bakamla RI) bekerja sama dengan United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC) berjalan lancar di Pangkalan Bakamla Batam. Latihan yang dibuka pada 4 November 2025 ini bertujuan meningkatkan kapasitas personel dalam operasi pengamanan laut.

Kepala Pangkalan Bakamla Batam, Kolonel Bakamla Agus Sriyanto, S.E., M.Tr.Hanla, menegaskan pentingnya pelatihan ini. “Pelatihan ini sangat penting untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan personel dalam melaksanakan operasi VBSS di laut. Diharapkan peserta dapat menjalankan tugas dengan efektif, profesional, dan tetap mengutamakan keselamatan,” ujar Kolonel Agus.

Sinergi Internasional di VBSS Tahap VII

Pelatihan VBSS Tahap VII Tahun 2025 ini diikuti oleh total 16 peserta, terdiri dari 4 personel Bakamla RI dan 12 personel Vietnam Coast Guard (VCG), menunjukkan sinergi kuat lintas negara.

Kegiatan ini didukung oleh U.S. Department of State Bureau of International Narcotics and Law Enforcement Affairs (US-INL) dan diampu oleh instruktur internasional dari UNODC, U.S. Coast Guard (USCG), serta perwakilan Vietnam Coast Guard. Tim pelatih meliputi Mr. Anthony P. Wheatley (UNODC), Kyle William Flath (USCG), Raul David Porras (USCG), dan Tran Quang Thanh (VCG).

Para peserta menerima materi teknis yang komprehensif, seperti Boarding Underway (Compliant), Extraction Drill, Ship Document Inspection, dan Introduction to Rules of Engagement (ROE).

Perkuat Keamanan Maritim Regional

Kolonel Agus menambahkan bahwa pelatihan VBSS ini adalah bentuk nyata kemitraan strategis dalam membangun interoperabilitas dan kesiapan operasional yang solid untuk menghadapi ancaman maritim seperti penyelundupan dan perdagangan ilegal.

“Melalui pelatihan ini, kita tidak hanya memperkuat kompetensi teknis, tetapi juga memperkokoh hubungan kerja sama internasional untuk menjaga laut Indonesia yang aman dan tertib,” tutupnya.

Pelatihan ini merupakan bagian dari program peningkatan kapasitas regional yang difasilitasi UNODC guna memperkuat kemampuan aparat maritim Asia Tenggara.

Sumber : Humas Bakamla RI