Wonogiri – Momentum bulan suci Ramadhan dimanfaatkan secara maksimal oleh SD Negeri 2 Waru untuk memperkuat mental dan karakter siswa. Melalui kegiatan “Pesantren Ramadhan”, sekolah bekerja sama dengan Koramil 22/Slogohimomenggelar sosialisasi bertajuk Character Building dan Bahaya Perundungan (Bullying), Selasa (17/3/2026).

Kehadiran Serda Awaludin sebagai narasumber memberikan pendekatan berbeda, dengan memadukan kedisiplinan militer dan metode humanis guna menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman.

Dalam penyampaiannya, Serda Awaludin menegaskan bahwa perundungan merupakan “racun” yang dapat merusak masa depan generasi muda. Ia menjelaskan bahwa dampak bullying tidak hanya melukai fisik dan mental korban—yang dapat memicu kecemasan hingga penurunan prestasi—tetapi juga merusak karakter pelaku. Anak yang terbiasa melakukan perundungan berpotensi terjerumus dalam perilaku menyimpang di masa depan.

Pemaparan tersebut disampaikan secara komunikatif dan tegas, namun tetap merangkul, sehingga menciptakan suasana antusias di Mushola Al-Hikmah.

Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Desa Waru Wisnu Sejati, Kepala Sekolah SDN 2 Waru Suwarni, S.PdI., M.Pd, serta jajaran komite sekolah. Kehadiran para pemangku kepentingan ini mencerminkan sinergi antara pemerintah desa, aparat keamanan, dan dunia pendidikan dalam menjaga tumbuh kembang anak.

Selain itu, orang tua dan guru diingatkan akan peran penting mereka sebagai garda terdepan dalam mendeteksi serta mencegah perundungan sejak dini.

Kegiatan berlangsung tertib dan ditutup dengan sesi interaktif yang melibatkan para siswa. Melalui pembekalan karakter sejak dini, diharapkan siswa tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki empati tinggi serta keberanian untuk menolak segala bentuk kekerasan.

Semangat Ramadhan kali ini pun menjadi langkah penting bagi Desa Waru dalam mencetak generasi emas yang bebas dari perundungan.

(Agus Kemplu)