Surakarta — Kegiatan nonfisik TMMD Sengkuyung Tahap I Tahun 2026 yang dilaksanakan oleh Kodim 0735 Surakarta di Kelurahan Joyotakan diisi dengan berbagai penyuluhan kepada masyarakat. Salah satu fokus utama kegiatan adalah penguatan karakter kebangsaan melalui materi Wawasan Kebangsaan, Bela Negara, dan Kamtibmas guna meningkatkan ketahanan wilayah serta mempererat persatuan masyarakat. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Jumat pukul 20.00 WIB (13/02/2026).

Penyuluhan Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara disampaikan oleh Danramil 03/Serengan Kodim 0735 Surakarta, Kapten Cba Tri Rusman Prasetyo, S.Sos., kepada masyarakat penerima manfaat TMMD. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan pentingnya memahami jati diri sebagai bangsa Indonesia yang berlandaskan persatuan, kesatuan, serta semangat gotong royong dalam kehidupan bermasyarakat.

Selain itu, masyarakat juga diberikan pemahaman bahwa Bela Negara tidak hanya diwujudkan melalui angkat senjata, tetapi juga melalui sikap disiplin, menjaga keamanan lingkungan, menaati aturan hukum, serta menjaga kerukunan antarwarga. Bela Negara merupakan tanggung jawab seluruh komponen bangsa dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Melalui penyuluhan ini, diharapkan masyarakat semakin memiliki kesadaran nasionalisme yang kuat, mampu menangkal pengaruh negatif yang berpotensi memecah belah bangsa, serta menjadi pelopor dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing.

Sementara itu, materi penyuluhan Kamtibmas disampaikan oleh Ipda Puji Widodo, S.H., Kanit Kamsa Sat Binmas Polresta Surakarta. Materi meliputi peran masyarakat dalam menjaga keamanan wilayah, pentingnya sistem keamanan lingkungan (siskamling), serta kewaspadaan terhadap berita hoaks dan provokasi yang dapat memecah persatuan. Masyarakat juga diberikan pemahaman mengenai prosedur pelaporan jika terjadi tindak pidana serta pentingnya komunikasi antara warga, aparat keamanan, dan tokoh masyarakat guna menciptakan situasi yang aman dan kondusif.

Melalui kegiatan ini diharapkan terwujud kemanunggalan TNI-Polri dan masyarakat dalam menjaga stabilitas wilayah. Dengan meningkatnya kesadaran hukum dan kepedulian sosial, masyarakat dapat menjadi garda terdepan dalam mencegah potensi gangguan keamanan sehingga mendukung keberhasilan program TMMD dalam membangun wilayah yang aman, tertib, dan sejahtera.

(Agus Kemplu)