Jakarta – Keluarga mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump tercatat memiliki sejumlah proyek properti dan pariwisata berskala besar di Indonesia. Aset-aset tersebut dikelola melalui kemitraan antara The Trump Organizationdan MNC Group milik pengusaha nasional Hary Tanoesoedibjo.

Hingga Januari 2026, proyek-proyek utama yang menggunakan merek Trump berlokasi di dua wilayah, yakni Jawa Barat dan Bali, dengan total nilai investasi diperkirakan mencapai Rp28 triliun.

1. MNC Lido City, Jawa Barat

Proyek ini berada di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Lido, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, dan menjadi pengembangan yang paling progresif hingga saat ini.

Salah satu fasilitas utama adalah Trump International Golf Club Lido, lapangan golf 18 hole berstandar internasional yang dirancang oleh pegolf legendaris Ernie Els. Lapangan ini telah beroperasi dan pada November 2025 dinobatkan sebagai lapangan golf terbaik di Indonesia oleh World Golf Awards.

Selain itu, kawasan ini juga mencakup:

  • Trump Residences Lido, kawasan hunian mewah seluas sekitar 350 hektare yang terdiri dari vila-vila eksklusif.

  • Trump Private Club Houses, fasilitas klub privat yang diperuntukkan bagi anggota dan penghuni kawasan Lido.

2. Trump International Resort & Golf Club Bali

Proyek kedua berlokasi di Kabupaten Tabanan, Bali, tidak jauh dari kawasan Pura Tanah Lot, salah satu destinasi wisata ikonik Pulau Dewata.

Pengembangan di Bali meliputi:

  • Trump Residences Bali, kompleks residensial mewah seluas sekitar 102 hektare yang mencakup vila, mansion, dan kondominium kelas atas.

  • Trump International Hotel & Tower, hotel mewah yang direncanakan menawarkan pemandangan Samudra Hindia dan kawasan Tanah Lot.

  • Lapangan Golf 18 Hole yang dirancang oleh pegolf profesional Phil Mickelson.

Status Proyek 2025–2026

Berdasarkan perkembangan terbaru, proyek di Lido tercatat lebih maju dibandingkan Bali, dengan lapangan golf yang sudah aktif digunakan. Sementara itu, proyek di Bali masih berada dalam tahap pengembangan.

Pada awal 2025, sejumlah proyek yang menggunakan merek Trump di Indonesia sempat mengalami penghentian sementara oleh pemerintah terkait persoalan izin lingkungan, khususnya menyangkut isu air. Hingga Januari 2026, proses investigasi dan koordinasi dengan instansi terkait masih terus berlangsung.

Meski demikian, proyek-proyek tersebut tetap diproyeksikan menjadi salah satu investasi properti dan pariwisata asing terbesar di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir.