Tolitoli – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tolitoli menggelar rapat evaluasi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Ruang Sidang Suwot Lipakat, Kantor DPRD Kabupaten Tolitoli, Rabu (4/3/2026) pukul 10.10 WITA.

Rapat dipimpin langsung Ketua DPRD Kabupaten Tolitoli, Sriyanti Dg Parebba, dan dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Tolitoli Moh Asrul Bantilan, Wakil Ketua DPRD I Nyoman Mulyade, Sekretaris DPRD Anjasmara, S.Pt., M.Si, Sekretaris Dinas Kesehatan Teguh Bondan Wiratno, S.KM, Koordinator Wilayah SPPG Fauzi, para anggota DPRD, pimpinan OPD, kepala sekolah, kepala SPPG, perwakilan orang tua siswa penerima MBG, serta sekitar 80 peserta lainnya.

Dalam sambutannya, Ketua DPRD menyampaikan bahwa evaluasi ini bertujuan menilai capaian sekaligus mengidentifikasi kendala dalam pelaksanaan Program MBG di wilayah Kabupaten Tolitoli. Secara umum program berjalan baik, namun masih diperlukan peningkatan koordinasi lintas sektor, perbaikan sistem distribusi, serta penguatan pengawasan kualitas makanan.

Catatan dan Tanggapan DPRD

DPRD Kabupaten Tolitoli menyoroti beberapa hal penting, di antaranya:

  • Perlunya evaluasi dan penyempurnaan menu oleh SPPG agar memenuhi prinsip gizi seimbang, variasi, serta daya terima peserta didik.

  • Masih terjadinya keterlambatan distribusi akibat kendala transportasi di beberapa titik.

  • Standar porsi dan variasi menu yang belum seragam.

  • Sarana pendukung seperti tempat makan, penyimpanan, dan higienitas yang perlu ditingkatkan.

  • Pengawasan dan monitoring yang belum optimal di seluruh lokasi.

Masukan Kepala Sekolah dan Tenaga Pendidik

Para kepala sekolah dan tenaga pendidik mengusulkan:

  • Penyusunan SOP distribusi yang lebih rinci dan terstandar.

  • Penambahan variasi menu sesuai pedoman gizi seimbang.

  • Peningkatan koordinasi antara Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, dan Dinas Ketahanan Pangan.

  • Evaluasi berkala setiap bulan.

  • Optimalisasi peran Satgas MBG dalam monitoring dan pelaporan.

Komitmen SPPG dan Ahli Gizi

Dari pihak SPPG disampaikan komitmen untuk:

  • Memastikan kecukupan kalori dan protein sesuai standar usia penerima.

  • Meningkatkan variasi menu agar tidak menimbulkan kejenuhan.

  • Mengoptimalkan penggunaan bahan pangan lokal seperti beras, jagung, dan sayuran desa.

  • Menjamin higienitas dan keamanan pangan.

  • Bekerja sama dengan kelompok tani dan UMKM setempat.

Sementara itu, ahli gizi menekankan pentingnya penguatan pengawasan, standarisasi porsi, serta keberlanjutan pasokan bahan pangan. Evaluasi gizi secara berkala setiap bulan dan pelibatan tenaga gizi dari Dinas Kesehatan dinilai penting untuk mendukung keberhasilan program secara berkelanjutan.

Aspirasi Orang Tua

Perwakilan orang tua siswa menyampaikan sejumlah kekhawatiran, antara lain:

  • Penurunan kualitas makanan.

  • Aspek kebersihan dan keamanan makanan.

  • Pengawasan dan kontrol kualitas yang belum optimal.

Komitmen Perbaikan

Rapat evaluasi ini digelar sebagai respons atas perhatian dari Pemerintah Daerah dan orang tua siswa terkait ketidaksesuaian menu dan sejumlah kendala teknis lainnya.

Adapun komitmen perbaikan dari pengelola MBG meliputi:

  • Menyajikan menu sesuai perencanaan dan standar gizi seimbang.

  • Menjamin kualitas, kebersihan, dan keamanan makanan.

  • Melakukan evaluasi berkala bersama pihak sekolah dan perwakilan orang tua.

  • Memfokuskan perbaikan menu pada peningkatan nilai gizi, variasi, pemanfaatan bahan lokal, serta peningkatan kualitas penyajian.

Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan Program Makan Bergizi Gratis di Kabupaten Tolitoli dapat berjalan lebih optimal dalam mendukung tumbuh kembang dan konsentrasi belajar peserta didik.