Batam – Herwin Saputra, S.Sos Ketua Komite SMAN 21 Batam menyatakan tidak ada acara perisahan atau pelepasan murid SMAN 21 Batam tahun ajaran 2024 – 2025. Hal ini di sampaikan Herwin diruang kerjanya mengingat program Presiden RI Prabowo Subianto larangan melakukan kegiatan di Hotel atau tempat-tempat mewah dan himbauan dari Unit Pemberantasan Pungli Polda Kepri kepada seluruh sekolah untuk tidak melakukan kutipan di lingkungan sekolah, 9 Maret 2025.

Herwin menjelaskan, “awalnya atas permintaan anak-anak kelas XII ingin melakukan acara pelepasan saya mengundang orang tua murid, dan dalam rapat komite tersebut lebih banyak orang tua ingin di laksanakan acara perpisahan. Maka saya mencoba untuk mengakomodir keinginan tersebut dan membentuk panitia,” jelasnya.

“Setelah di bentuk panitia, ternyata terjadi perselisihan antar panitia dan komite. Dimana panitia yang di bentuk merasa punya kewenangan penuh untuk acara tersebut tanpa mengindahkan arahan komite, jadi saya sebagai Ketua Komite yakin acara tidak akan berjalan dengan baik, dan saya mengeluarkan surat pembubaran panitia dan menegaskan tidak ada acara perpisahan SMAN 21 Batam tahun ajaran 2024-2025,” papar Herwin yang juga sebagai pimpinan redaksi media Titah News.

Setelah dibubarkan panitia tersebut malah panitia tidak terima dan selalu mencari cara agar tetap menjadi panitia dan menjalankan acara, “saya semakin yakin menyatakan tidak ada acara perpisahan karena panitia tidak terima di bubarkan. Saya berfikir ada apa  dibalik ini. Apakah mau di jadikan proyek acara ini?” tanya Herwin.

“Setelah di bubarkan nya panitia, jika panitia masih berjalan dan bahkan melakukan kutipan ke orang tua murid yang rencananya sebesar Rp. 600 ribu per siswa tanpa diketahui komite, maka saya akan membuat laporan sebagai komite ke Polda Kepri Unit Saber Pungli atas pengutipan tersebut. Dan saya anggap acara tersebut ilegal,” tegasnya.

“Jika acara dibuat dengan baik dan saling menghargai saya pasti mendukung penuh, tapi jika panitia sudah ada niat lain dan tidak mau di arahkan komite, tentunya saya tidak setuju. Terbukti dari beberapa kali diarahkan mengabaikan malah menentang komite. Karena saya yang membentuk panitia, maka saya harus bubarkan sebelum semua manjadi masalah,” paparnya lagi.

“Terkait pembubaran panitia tersebut saya sudah koordinasi dengan kepala sekolah dan Kacapdis Pendidikan Kepri di Batam. Dimana sebelumnya saya izin mau mengadakan acara pelepasan siswa, maka saya menyampaikan ulang bahwa tidak jadi dilakukan acara pelepasan siswa SMAN 21 Batam,” tutup Herwin Saputra. (Tim/Red)