TOLITOLI – Senja belum sepenuhnya turun ketika halaman Hotel Bumi Harapan di Kelurahan Baru mulai dipadati warga. Dari berbagai penjuru Tolitoli—yang dikenal sebagai kota cengkeh—masyarakat datang dengan harapan, menyambut kepulangan sosok yang setiap hadirnya selalu membawa cerita tentang kepedulian dan berbagi.
Bagi warga, pulang kampung Supratman Andi Agtas, atau akrab disapa Pak Maman, bukan sekadar nostalgia. Kehadirannya telah menjelma menjadi tradisi yang dinanti setiap Ramadan—bulan penuh rahmat, ampunan, dan keberkahan.
Ramadan tahun ini terasa istimewa. Di penghujung bulan suci, tepatnya Rabu (18/3/2026), ratusan warga memadati lokasi penyaluran zakat mal dan sedekah. Meski sempat terjadi desakan kecil di awal kegiatan, suasana segera kembali tertib. Warga dengan sabar mengantre, menanti giliran menerima bantuan yang telah menjadi simbol kepedulian keluarga besar sang menteri.
Kehadiran Pak Maman kali ini juga membawa kebanggaan tersendiri bagi masyarakat. Ia pulang kampung bukan lagi sebagai anggota DPR RI, melainkan sebagai Menteri Hukum. Kehangatan semakin terasa karena ia turut hadir bersama putranya, Abcandra Muhammad Akbar Supratman, beserta keluarga besar.
Dalam perjalanan menuju kota cengkeh, menyusuri jalur pantai barat, ia juga menyempatkan diri menyambangi sejumlah desa di wilayah Kabupaten Tolitoli. Kunjungan tersebut bukan sekadar agenda formal, melainkan napak tilas—menyusuri jejak masa lalu, menyapa sahabat lama, serta mempererat hubungan dengan masyarakat yang telah menjadi bagian dari perjalanan hidupnya.
Suasana haru menyelimuti momen kedatangannya di Hotel Bumi Harapan. Ratusan warga menyambut hangat saat ia menginjakkan kaki di lokasi. Tak lama setelah menyapa masyarakat, Menteri Hukum langsung menyalurkan zakat mal dan sedekah melalui adik kandungnya, Andi Ahmad Syarif, serta putranya, kepada ratusan warga yang telah mengantre dengan tertib.
Kegiatan ini bukan sekadar berbagi materi, tetapi juga memperkuat ikatan emosional antara pemimpin dan masyarakatnya—sebuah jejak pulang yang selalu menghadirkan makna kebersamaan dan kepedulian di setiap langkahnya.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.