Tolitoli – Suasana duka dan kepanikan mewarnai Desa Galumpang, Kecamatan Dako Pemean, Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah, setelah sebuah jembatan gantung di Dusun Panyapu tiba-tiba putus pada Minggu sore (7/9/2024) sekitar pukul 16.30 WITA. Peristiwa itu terjadi ketika banyak warga melintas untuk menghadiri acara pernikahan yang digelar di dusun setempat.
Menurut informasi yang dihimpun, jembatan gantung yang menjadi penghubung utama antar-dusun itu roboh akibat kelebihan kapasitas. Pada saat kejadian, puluhan warga berada di atas jembatan. Akibatnya, sekitar 20 orang dilaporkan jatuh ke sungai, dengan dua di antaranya mengalami luka berat.
Kronologi Kejadian
Warga sekitar menjelaskan bahwa sejak pagi jembatan tersebut ramai digunakan karena adanya hajatan pernikahan. Banyak tamu undangan dan warga setempat melintasi jembatan secara bersamaan. Sekitar pukul 16.30 WITA, jembatan tiba-tiba berguncang sebelum akhirnya putus dan menjatuhkan orang-orang yang berada di atasnya ke sungai di bawah.
“Saat itu banyak sekali orang yang menyeberang, mungkin terlalu banyak sehingga jembatan tidak kuat lagi menahan beban. Tiba-tiba terdengar suara ‘krek’ lalu ambruk,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.
Penanganan di Lokasi
Mendapat laporan kejadian, aparat kepolisian dari Polsek Dako Pemean langsung mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP). Polisi melakukan evakuasi korban bersama warga dan berkoordinasi dengan pemerintah Desa Galumpang. Beberapa korban luka segera dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan perawatan.
Selain itu, pihak kepolisian juga melakukan dokumentasi serta membuat laporan resmi terkait insiden tersebut. Hingga Minggu malam, aparat masih terus mendata jumlah pasti korban dan mengidentifikasi identitas warga yang terdampak.
Kondisi Jembatan dan Dampak bagi Warga
Jembatan gantung Dusun Panyapu merupakan akses vital yang selama ini digunakan warga untuk menyeberangi sungai. Putusnya jembatan tersebut membuat aktivitas sehari-hari masyarakat terganggu. Kini warga harus menyeberang langsung melalui aliran sungai atau mencari jalur alternatif yang lebih jauh.
Kepala Desa Galumpang, melalui koordinasi dengan aparat kepolisian, mengimbau warga untuk berhati-hati serta tidak memaksakan diri melintas di area jembatan yang rusak. “Untuk sementara waktu, jembatan gantung tidak bisa digunakan. Kami bersama pihak terkait akan berupaya mencari solusi agar akses warga tidak terhambat terlalu lama,” katanya.
Penyelidikan dan Harapan Perbaikan
Pihak kepolisian masih mendalami penyebab detail runtuhnya jembatan, meski dugaan awal mengarah pada over kapasitas saat acara pernikahan berlangsung. Pemerintah daerah diharapkan segera turun tangan melakukan perbaikan mengingat pentingnya peran jembatan tersebut bagi mobilitas warga.
Peristiwa ini juga menjadi pengingat pentingnya perawatan rutin infrastruktur pedesaan, terutama jembatan gantung yang kerap menjadi akses utama bagi masyarakat.




