PALI, Sumsel – Talang Ubi, Jumat (30/09/22), pasca kejadian di kantor Bank Sumsel babel (BSB) Cabang Pendopo dua hari lalu. Dihadapan puluhan awak media, Efran ketua IWO PALI mengatakan berawal dari laporan masyarakat bahwa pencairan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa (DD) Purun Timur kecamatan Penukal diduga menyalahi prosedur perbankan.
“Kita mendapat laporan BLT warga dicairkan pihak bank Sumsel tidak ada lampiran surat kuasa dari penerima BLT,” kata Efran.
Berdasarkan penelusurannya, Pemerintah Desa Purun Timur menetapkan 121 warga sebagai Keluarga Penerima Manfaat (KPM) BLT DD tahap tiga tahun 2022.
Jelang Ops Zebra Semeru 2022, Polres Madiun Kota Gelar Lat Pra Ops
Efran menyebut, dari 121 KPM, BSB Cabang Pendopo hanya mencairkan 99 KPM melalui perangkat desa pada Selasa, 27 September 2022, dan langsung hari itu juga BLT diserahkan kepada warga. Sisa 22 KPM dibagikan voucher untuk dilakukan pengambilan sendiri kepada BSB, selain itu, Efran menuturkan bahwa prosedur penyaluran BLT, pemerintah desa akan dijadwalkan DPMD PALI untuk pencairan setelah voucher BLT dibagikan kepada KPM.
“Namun dalam kasus ini DPMD PALI belum membuat jadwal pencairan 65 desa di PALI, anehnya teller bank Sumsel bisa mencairkan BLT warga, parahnya tanpa ada surat kuasa warga,” tutur Efran.
Kapolri : 3 Kapolda Tidak Terlibat Kasus Sambo
Selain menyalahi prosedur, Efran menilai BSB Pendopo diduga tidak professional dalam mengelolah uang nasabah. Menurut Efran, BSB Pendopo tidak bisa menjamin keamanan uang nasabah karena dengan mudahnya teller melakukan pencairan.
“Mau mengambil uang kita sendiri di bank itu tidak mudah, jika ada kesalahan sedikitpun dalam penulisan atau tanda-tangan, biasanya teller menolak untuk dicairkan,” terang Efran,
Kendati demikian, Efran meyakini kejadian ini akibat ulah oknum BSB Pendopo yang mencari kesempatan didalam kesempitan. Kemudian Efran membeberkan peristiwa saat dirinya nyaris mendapat tindakan kekerasan dari Penyelia Legal Hendra Martha Yudha.
“Sampai dua tiga orang pegawai yang memegang pak Hendra dengan emosi tinggi sambil mengeluarkan kata-kata kasar pada saya,” kata Efran.
Polres Bangkalan Berhasil Amankan Jambret yang Merampas Handphone Emak-Emak saat Gowes
Setelah selesai mewawancarai Hendra di ruang kerja Kepala Cabang BSB Pendopo tidak ada indikasi akan terjadi keributan, sembari menunggu pertemuan dengan Wakil Kepala Cabang yang mengikuti zoom meeting, kata Efran, saat itulah bermula peristiwa terjadi ketegangan dengan Hendra.
“Dia mengajak saya masuk ke kamar mandi,” kata Efran.
Dia mengaku curiga dengan gelagat Hendra yang membawah amplop putih ditangannya, dengan sepontan dia menolak sembari menghidupkan kamera handphone. “Sontak saya merasa tersinggung, jangan-jangan Hendra mau menjebak saya, itu yang ada dalam pikiran saya,” ungkap Efran.
Lebih lanjut Efran menerangkan Hendra tidak terima karena tidak meminta ijin ulahnya direkam, terjadilah cekcok dan bersitegang hingga keributan tidak terelakan. “Masi kata Efran, Atas peristiwa itu, saya akan berkoordinasi dengan Satuan Intelkam Polres PALI karena tidak terima dengan perlakuan Hendra, tak hanya itu, dalam waktu dekat Efran akan berkoordinasi tim kuasa hukum dan Otoritas Jasa Keuangan di Palembang.
Selain itu, Efran sudah menghubungi Sekretaris Perusahaan BSB Pusat Jaka Baring Palembang untuk menindaklanjuti kejadian yang menimpahnya, saya sudah berkomunikasi dengan Pak “Normandi Akil, saya meminta bank Sumsel Pusat menurunkan tim pencari fakta atas kesalahan yang dilakukan oknum bank Sumsel Pendopo terkait kasus pencairan BLT tanpa surat kuasa,” Pungkas Efran.
13 Anggota Polri Mendapatkan Kenaikan Pangkat, Ini Daftarnya
Di tempat terpisah, Sekretaris Perusahaan BSB Pusat Palembang, Normandi Akil mengatakan akan menindaklanjuti peristiwa yang terjadi di BSB Cabang Pendopo. Melalui Via Henspon, Waalaikum salam. Mhn maaf pak efran, Info bapak akan saya teruskan kebagian Humas dan Cabang pendopo pali. Terimaksih banyak Infonyo,” tulis dia dipesan singkatnya Kamis, (29/09/22).
“WA bapak sdh saya teruskan ke Pak Darmiansyah. Tolong bapak koordinasi dulu dg pak darmiansyah selaku pemimpin cabng. Kagek beliau yg akan mengkomunikasikan dg unit kerja terkait. Demikian pak tksh,” dia menambahkan.
Menanggapi ancaman Hendra yang akan memperkarakan Efran karena dituding melakukan percobaan penyuapan, dia menyampaikan permasahan tersebut dapat segera diselesaikan. “Tadi sdh saya sampaikan ke pincanyo. Mdh2an sgr terselesaikan,” kata dia.
Menyikapi dugaan kesalahan prosedur oleh oknum pegawainya, dia menegaskan dalam pencairan BLT DD Purun Timur sudah sesuai SOP. “Saya yakin sudah melalui prosedur pak,” tegas dia.
Setelah mendapat informasi sesuai dengan fakta yang terjadi dalam pencairan BLT DD Purun Timur, dia menyampaikan apresiasi. “Tksh sarannyo pak,” ujar dia. “Iya pak, tksh sdh banyak sekali masukannyo,” tutup dia. (Rado, L. / Tiem)


2 Komentar
Komentar ditutup.