Surakarta – Ny. Weny Arnita Sandy, anggota Persit Kartika Chandra Kirana Cabang L Kodim 0735/Surakarta, membuktikan bahwa dengan kesabaran, dedikasi, dan tekad yang kuat, seseorang mampu mengembangkan keterampilan hingga meraih kesuksesan.

Ny. Weny Arnita Sandy merupakan istri dari Sertu Mujono, anggota Koramil 02/Banjarsari Kodim 0735/Surakarta. Ia bergabung dengan Persit sejak tahun 2006. Sejak saat itu, ia terus mengasah keterampilan merajut hingga menghasilkan berbagai karya yang bernilai seni dan ekonomi.

Weny menuturkan, awalnya ia menekuni kegiatan merajut sebagai cara beradaptasi dengan perubahan dalam kehidupannya. Setelah mengundurkan diri dari pekerjaannya di sebuah perusahaan ritel untuk mengikuti tugas suami yang dinas di kota lain, ia mencari kegiatan positif untuk mengisi waktu luang. Dari situlah ia kembali mengingat keterampilan merajut yang pernah ia pelajari sejak duduk di bangku SMP.

“Awalnya tinggal di asrama saya mencoba berbagai macam keterampilan, mulai dari menyulam, kristik, menjahit hingga memasak. Tujuannya hanya untuk mengisi waktu. Sampai akhirnya saya kembali mengingat keterampilan merajut yang sudah saya kenal sejak masa sekolah di SMP,” tuturnya.

Pada awalnya, ia membuat berbagai aksesori anak seperti bros, pita, bando, hingga jepit rambut. Seiring waktu, kemampuan merajutnya semakin berkembang, terutama dengan dukungan kemajuan teknologi yang memudahkan proses belajar melalui berbagai platform digital.

“Awalnya saya belajar dari buku, kemudian berkembang dengan belajar melalui media online seperti YouTube, Pinterest, dan Instagram,” ujarnya.

Karya-karyanya pun semakin beragam dan kreatif. Hal tersebut terbukti dari sejumlah prestasi yang berhasil ia raih, di antaranya menjadi juara dalam Lomba Cipta Payung Rajut pada Festival Payung tahun 2017 dan 2018. Ia juga meraih juara dalam kompetisi yang diselenggarakan oleh Dharma Pertiwi pada tahun 2021 melalui ajang Lomba Karya Wastra.

Selain berprestasi, Weny juga memasarkan berbagai produknya melalui pameran, bazar, serta penjualan secara daring dengan jangkauan pasar lokal hingga nasional. Bahkan, beberapa karyanya pernah dikirim ke luar negeri seperti Belanda, Selandia Baru, dan Jepang, berupa produk dekorasi rumah untuk suasana Natal.

Salah satu karya terbarunya adalah payung rajut yang didesain khusus untuk Ibu Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD). Payung tersebut digunakan pada upacara peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80 bersama karya-karya UMKM dari anggota Persit lainnya.

“Tidak berhenti sampai di sini, saya akan terus mengembangkan berbagai kreasi baru mengikuti selera pasar yang terus berkembang. Karena hanya dari benang, hakpen, dan niat, bisa tercipta karya-karya tanpa batas,” ungkapnya.

Ia berharap keterampilan merajut dapat terus berkembang dan semakin dikenal masyarakat luas. Menurutnya, merajut tidak hanya melatih kesabaran, konsentrasi, dan daya ingat, tetapi juga dapat menjadi peluang usaha yang membantu meningkatkan perekonomian keluarga.

(Agus Kemplu)