Parigi Moutong – Pangdam XXIII/Palaka Wira, Jonathan Binsar Parluhutan Sianipar, melakukan peletakan batu pertama pembangunan Jembatan Perintis Garuda di Desa Nambaru, Kabupaten Parigi Moutong, Kamis (2/4/2026).

Pembangunan jembatan ini merupakan program Kodam XXIII/Palaka Wira melalui Pusat Zeni TNI Angkatan Darat, sebagai upaya membantu membuka akses masyarakat di wilayah pedesaan.

Ini merupakan pembangunan jembatan kedua di Parigi Moutong. Sebelumnya, TNI telah meresmikan jembatan serupa di Desa Uevolo, Kecamatan Siniu.

Prosesi peletakan batu pertama berlangsung di area aliran sungai yang menjadi titik pembangunan jembatan gantung. Sejumlah prajurit TNI terlihat menyiapkan batu dan campuran semen sebelum diletakkan sebagai simbol dimulainya pembangunan.

Mayjen TNI Jonathan Binsar Parluhutan Sianipar tampak mengenakan seragam loreng TNI saat meletakkan adukan semen di antara susunan batu yang telah disiapkan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Parigi Moutong, Erwin Burase, bersama sejumlah pejabat TNI, termasuk Danrem dan Dandim setempat.

Masyarakat Desa Nambaru juga memadati lokasi kegiatan untuk menyaksikan langsung prosesi tersebut.

Jembatan yang dibangun diberi nama Jembatan Garuda, dengan bentang sepanjang 70 meter dan lebar sekitar 1,2 meter. Proyek ini menggunakan konsep jembatan gantung yang dirancang untuk menunjang mobilitas masyarakat desa.

Struktur utama jembatan akan menggunakan kabel baja sebagai sling utama yang diikat pada anchor block beton, dengan pylon sebagai penyangga utama. Sementara itu, lantai jembatan direncanakan menggunakan papan kayu setebal sekitar 3 sentimeter dengan rangka baja sebagai penopang.

Pembangunan jembatan ini diharapkan dapat mempermudah akses warga Desa Nambaru dan sekitarnya, terutama dalam mendukung aktivitas ekonomi dan mobilitas sehari-hari.

Selain itu, jembatan tersebut akan menjadi jalur penting bagi masyarakat yang selama ini harus melintasi sungai untuk menuju wilayah lain di desa tersebut.

Kehadiran Jembatan Garuda juga menjadi simbol kolaborasi antara TNI dan pemerintah daerah dalam pembangunan infrastruktur dasar di wilayah pedesaan. (*)