Pekanbaru, 13 Desember 2025 — Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Riau menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi korban bencana banjir dan longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pada akhir November 2025.

Bencana banjir bandang dan tanah longsor berskala besar yang terjadi secara bersamaan di tiga provinsi tersebut mengakibatkan korban jiwa, kerusakan infrastruktur yang luas, serta pengungsian dalam jumlah besar. Jutaan warga terdampak akibat kehilangan tempat tinggal, fasilitas publik, hingga sarana penunjang kehidupan lainnya.

Bantuan yang disalurkan KPU Provinsi Riau bersumber dari donasi sukarela seluruh jajaran internal. Bantuan tersebut diberangkatkan dari Kantor KPU Provinsi Riau menuju KPU Provinsi Sumatera Utara dan KPU Kabupaten Agam, Sumatera Barat, yang menjadi simpul distribusi ke wilayah-wilayah terdampak bencana.

Ketua KPU Provinsi Riau, Rusidi Rusdan, menyampaikan bahwa penyaluran bantuan ini merupakan wujud kepedulian dan solidaritas kemanusiaan terhadap masyarakat yang tengah menghadapi musibah besar.

“Kami turut berduka cita sedalam-dalamnya atas musibah yang menimpa saudara-saudara kita di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Setiap kabar kehilangan sangat berarti bagi kami. Bantuan ini mungkin tidak besar, namun kami ingin memastikan mereka tidak menghadapi situasi ini sendirian,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris KPU Provinsi Riau, Rudinal B, menegaskan bahwa aksi solidaritas tersebut lahir dari semangat kemanusiaan yang telah lama menjadi nilai dalam keluarga besar KPU.

“Kami bergerak atas dasar panggilan kemanusiaan, bukan sekadar formalitas. Kehilangan dan kerusakan yang dialami saudara-saudara kita sangat berat, dan kami ingin hadir untuk memberikan penguatan. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban mereka,” ungkapnya.

KPU Provinsi Riau memastikan penyaluran bantuan akan terus dilakukan secara berkelanjutan selama kebutuhan masyarakat terdampak masih tinggi. KPU juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat solidaritas dan kepedulian lintas daerah, khususnya dalam menghadapi situasi bencana.