DUMAI — Polres Dumai terus mengintensifkan peran edukatif di lingkungan akademik sebagai strategi pencegahan dini terhadap berbagai penyimpangan perilaku generasi muda. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kuliah umum di Institut Teknologi dan Bisnis Riau Pesisir, Jalan Utama Karya, Kelurahan Bukit Batrem, Kecamatan Dumai Timur, Kota Dumai, Kamis (26/2/2026) pukul 14.00 WIB.
Kegiatan yang dikemas sebagai forum literasi hukum dan penguatan karakter kebangsaan ini menghadirkan Kapolsek Dumai Timur, Kompol Dr. Aditya Reza Saputra, S.E., M.Ak, mewakili Kapolres Dumai, AKBP Angga F. Herlambang. Sekitar 150 mahasiswa baru, jajaran dosen, serta pimpinan perguruan tinggi turut hadir.
Perguruan Tinggi dan Tantangan Penyimpangan Sosial
Wakil Rektor ITB Riau Pesisir, Dr. Ir. Yusrizal, MM, IPM, dalam sambutannya menegaskan bahwa kampus tidak imun dari potensi intoleransi, kekerasan, kekerasan seksual, perundungan, penyalahgunaan narkoba, hingga praktik koruptif skala kecil yang kerap bermula dari normalisasi pelanggaran etik.
Menurutnya, kuliah umum bertema:
“Tiga Dosa Pendidikan: Anti Intoleransi, Anti Kekerasan, Anti Kekerasan Seksual, Anti Perundungan, serta Penguatan Gerakan Anti Narkoba dan Anti Korupsi di Lingkungan Perguruan Tinggi”
merupakan ikhtiar institusional membangun kesadaran kritis mahasiswa sejak dini.
“Perguruan tinggi adalah ruang pembentukan nalar dan karakter. Pembelajaran etik, kepatuhan hukum, serta tanggung jawab sosial harus berjalan seiring dengan capaian akademik,” ujarnya.
Pencegahan Dimulai dari Individu
Dalam paparannya, Kompol Dr. Aditya Reza menyoroti kerentanan generasi muda terhadap pengaruh negatif lingkungan—baik melalui relasi pertemanan, media digital, maupun kultur permisif terhadap pelanggaran norma.
Ia menegaskan bahwa intoleransi, kekerasan, kekerasan seksual, perundungan, penyalahgunaan narkotika, serta tindak pidana korupsi tidak hanya berdampak destruktif bagi korban, tetapi juga membawa konsekuensi pidana serius bagi pelaku.
“Pencegahan dimulai dari keberanian berkata tidak, membangun empati, serta kepatuhan pada hukum. Negara hadir untuk melindungi korban. Jangan ragu melapor ke kepolisian atau melalui layanan darurat 110 apabila mengalami atau menyaksikan tindak pidana,” tegasnya.
Keamanan Presisi dan Generasi Muda
Materi bertajuk “Keamanan Presisi dan Transformasi Generasi Muda sebagai Pondasi Pembangunan Ekonomi Riau Berkelanjutan di Era Global” turut mengemuka. Konsep keamanan presisi dipahami bukan sekadar penegakan hukum represif, melainkan pendekatan kolaboratif berbasis data, edukasi publik, dan kemitraan dengan institusi pendidikan.
Mahasiswa diposisikan sebagai aktor strategis dalam ekosistem pembangunan daerah, terutama dalam membangun ketahanan sosial, budaya hukum, serta daya tangkal terhadap narkoba dan praktik koruptif.
Diskusi Interaktif dan Komitmen Berkelanjutan
Sesi diskusi yang dipandu Eko Saputra, S.H., M.H., berlangsung dinamis. Mahasiswa mengajukan pertanyaan kritis terkait mekanisme pelaporan, perlindungan korban, hingga peran kampus dalam membangun sistem pencegahan internal. Panitia memberikan cenderamata kepada mahasiswa penanya sebagai bentuk apresiasi.
Kegiatan berakhir sekitar pukul 15.35 WIB dalam suasana tertib dan kondusif. Polres Dumai menegaskan komitmennya untuk terus memperluas kolaborasi dengan institusi pendidikan sebagai strategi jangka panjang membangun ketahanan generasi muda terhadap narkoba dan praktik korupsi.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.