Ambon – Lomba Ukulele digelar dalam Rangka Dies Natalis Fakultas MIPA ke-25 Tahun 2023. Lomba permainan alat musik Ukulele diikuti 600 anak dari SD, SMP dan sanggar musik di Kota Ambon. Acara berlangsung di lantai 4 gedung utama Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Pattimura.

“Semoga perlombaan alat musik Ukulele menjadikan kota Ambon sebagi kota musik,” ucap Ketua Panitia Dies Natalis MIPA ke-25 Tahun 2023, Mario Rowan Sohilait, Jumat (24/2/2023).

Dalam lomba tersebut, FMIPA mendatangkan tiga dewan juri yang juga merupakan guru musik dari Institut Agama Kristen Ambon (IAKN) yakni Eric Alfons, Novan Salamena dan Ronaldo Alfons.

Lomba Ukulele ini juga bertujuan untuk pengenalan partitur not balok kepada para peserta. “Dalam lomba ini yang akan dinilai yaitu berdasarkan partitur yang telah disiapkan,” ujar Mario.

“Pertama itu pengenalan partitur kepada murid-murid supaya mereka bisa mengenal notasi balok. sehingga mereka bisa memainkannya dengan baik dan benar sesuai partitur, itu penilaiannya yang paling penting,” ucap salah seorang juri, Eric Alfons kepada TitahNews Ambon Jumat (24/2/2023).

“Ambon ini sudah banyak sekolah dan grup yang lagi boming-bomingnya, sehingga katong harus meningkatkan mereka punya kemampuan, bukan hanya untuk memainkannya saja tapi bagaimana mereka bisa mengetahui notasi-notasi balok atau partitur-partitur yang dibuat sehingga mereka bisa membacanya dan katong bisa bersaing dengan daerah-daerah lain,” ungkapnya.

Ada dua kategori yang di lombakan, yakni kategori anak untuk usia SD dan kategori remaja untuk usia SMP.

Dimana peserta akan membawa lagu wajib berjudul ‘Bangun Pemuda Pemudi‘ sedangkan lagu pilihan yakni ‘Waktu Hujan Sore-sore‘ dan ‘Enggo Lari‘.

“Saat menampilkan lagu wajib yang akan dinilai adalah vokal dan instrumen Ukulele berdasarkan partitur not balok sedangkan untuk lagu pilihan, juri akan melihat kreativitas dan harmonisasi,” tandasnya. (FredtSa)