MALANG — Menyongsong akhir tahun 2025 sekaligus awal tahun baru 2026, kawasan wisata religi Gunung Kawi, Jawa Timur, kembali menjadi magnet bagi wisatawan dari berbagai daerah. Momentum tersebut turut dimanfaatkan oleh musisi asal Gunung Kawi, Matoha Mino, dengan merilis single terbarunya berjudul “Gunung Kawi”.
Melalui karya ini, Matoha Mino berupaya mendobrak stigma lama yang selama ini melekat pada Gunung Kawi sebagai kawasan mistis atau tempat mencari pesugihan. Ia ingin menghadirkan sudut pandang berbeda, bahwa Gunung Kawi sejatinya merupakan lokasi ziarah penuh nilai sejarah dan spiritualitas, tempat para pahlawan dan tokoh bangsa dimakamkan karena jasanya dalam membela tanah air.
Ayah kandung dari penyanyi Madukina dan musisi Hanafi Madu W. tersebut menuangkan pesan moral kuat dalam lirik-lirik lagunya. Ia menegaskan bahwa rezeki tidak diperoleh melalui ritual mistis, melainkan melalui doa, kerja keras, dan usaha yang sungguh-sungguh.
Dalam proses penggarapan single “Gunung Kawi”, Matoha Mino menggandeng sejumlah rekan musisi, anggota keluarga, serta kelompok seni terbang jidor, sehingga menghasilkan aransemen musik yang kental dengan nuansa tradisi Jawa. Perpaduan tersebut memperkuat identitas budaya sekaligus pesan spiritual yang ingin disampaikan.
Single ini diharapkan dapat menjadi medium edukasi sekaligus promosi budaya, agar masyarakat luas memandang Gunung Kawi sebagai destinasi wisata religi dan budaya yang sarat nilai sejarah, bukan semata-mata tempat yang diselimuti mitos.





Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.