PALI, SUMATERA SELATAN – Jajaran Satuan Reserse Narkoba Polres Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) kembali menunjukkan taringnya dalam memberantas peredaran gelap narkotika. Dalam rangkaian Target Operasi (TO) Pekat Musi 2026, seorang pria berinisial DS (37) berhasil diringkus di sebuah pondok di Dusun VIII, Desa Tempirai Selatan, Kecamatan Penukal Utara, Jumat (13/2/2026) pagi.
Penangkapan ini merupakan tindak lanjut dari laporan masyarakat yang resah dengan aktivitas transaksi narkoba yang kerap terjadi di lokasi tersebut.
Barang Bukti 17 Paket Siap Edar
Dalam penggerebekan yang dipimpin oleh Kanit I IPDA Eduwar Fahlefi dan Kanit II IPDA Hendri Kurniawan, petugas menemukan barang bukti yang disembunyikan secara cerdik di dalam wadah minyak rambut. Barang bukti yang disita meliputi:
-
Narkotika: 17 paket sabu dengan total berat bruto 5,43 gram.
-
Peralatan: 1 unit timbangan digital merek CAMRY dan 12 plastik klip kosong.
-
Lainnya: Wadah minyak rambut tempat menyimpan sabu.
Tersangka yang sehari-harinya berprofesi sebagai pedagang ini kini telah ditetapkan sebagai pengedar dan diamankan di Mapolres PALI untuk penyidikan lebih lanjut.
Komitmen Tegas Polres PALI
Kapolres PALI, AKBP Yunar Hotma Parulian Sirait, melalui Kasat Resnarkoba AKP Dedy Suandy, S.H., menegaskan bahwa Operasi Pekat Musi 2026 adalah langkah strategis untuk membersihkan “penyakit masyarakat” di wilayah hukumnya.
“Bapak Kapolres menegaskan tidak ada ruang bagi pengedar narkotika di PALI. Ini bukan sekadar rutinitas, tapi upaya melindungi masa depan generasi muda dari pengaruh barang haram,” ujar AKP Dedy Suandy.
Apresiasi Peran Serta Masyarakat
Pihak kepolisian menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada warga yang berani melapor. Sinergi antara kepolisian dan masyarakat dinilai menjadi kunci utama dalam memutus mata rantai peredaran narkoba di Kabupaten PALI.
Atas perbuatannya, tersangka DS dijerat dengan UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman penjara yang berat. Saat ini, penyidik masih melakukan pendalaman untuk mengungkap kemungkinan adanya jaringan pengedar lain yang terlibat.





Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.