Jakarta – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menegaskan bahwa pihak yang melaporkan komika Pandji Pragiwaksono ke kepolisian bukan merupakan bagian dari struktur organisasi maupun badan otonom di bawah keduanya.

Sebelumnya, sekelompok pihak yang mengatasnamakan Angkatan Muda NU dan Aliansi Muda Muhammadiyahmelaporkan Pandji ke Polda Metro Jaya terkait materi pertunjukan stand up comedy berjudul Mens Rea.

Ketua PBNU Ulil Abshar Abdalla menegaskan bahwa tidak ada lembaga bernama Angkatan Muda NU dalam struktur organisasi NU. Ia menyatakan kelompok tersebut tidak merepresentasikan PBNU.

“Kalau representasi PBNU jelas tidak,” kata Ulil, dikutip dari NU Online.

Ulil menjelaskan bahwa sejak lama banyak kelompok atau individu yang kerap menggunakan nama NU untuk berbagai aktivitas tanpa memiliki keterkaitan struktural. Menurutnya, gerakan semacam itu umumnya bersifat spontan dan temporer.

“Ada yang mau demo untuk isu tertentu, bikin gerakan atas nama NU. Umurnya mungkin hanya beberapa jam saja, karena setelah jamnya lewat, gerakan itu ya tidak ada lagi. Itulah uniknya NU,” ujarnya.

Ia juga menyayangkan adanya pelaporan terhadap komedian ke aparat penegak hukum. Ulil menekankan pentingnya ruang humor dalam kehidupan masyarakat.

“Kita butuh banyak ketawa di negeri ini. Kasihan kalau komedian yang bikin banyak orang tertawa harus dilaporkan ke aparat hukum. Humor adalah koentji,” katanya.

Sementara itu, PP Muhammadiyah juga menyatakan tidak mengakui pihak yang mengatasnamakan Aliansi Muda Muhammadiyah dalam pelaporan tersebut.

Melalui unggahan di akun Instagram resmi Kantor PP Muhammadiyah @lensamu, Jumat (9/1), Muhammadiyah menegaskan bahwa setiap pernyataan atau tindakan yang mengatasnamakan Persyarikatan bukan merupakan sikap resmi organisasi kecuali disampaikan oleh pimpinan yang berwenang sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART).

Sumber: CNN Indonesia