Bogor – Adanya pemasangan Plang PT. BSS banyak menuai protes yang dilakukan oleh pihak penggaraf di wilayah Kecamatan Cijeruk Kabupaten Bogor. Tampak beberapa warga penggarap menuju bukit Alisano di dampingi ratusan anggota Ormas Pemuda Pancasila mendatangi penjaga Plang PT BSS, Sabtu (18/2/2023).

Menurut salah satu penggaraf H. Umar menjelaskan, “saya menggaraf tanah ini dari tahun 1998 milik SHGB PT BSS, sampai saat ini saya masih menggarap, kalau mau diambil, ya ambil aja semua, jangan tanah garapan saya doang,” jelasnya.

H. Umar mengakui bahwa bahwa dulunya tanah tersebut digarapnya pinjam pakai dari perusahaan langsung pada tahun 1998.

H. Umar berharap agar dapat bermusyawarah langsung dengan PT Bahana Sukma Sejahtera. “Saya sendiri tidak keberatan kalau mau di ambil lagi, karena memang ini Hak nya, namun ada baik nya kita dapat musyawarah dan duduk bareng” tutupnya.

Di tempat yang sama penjaga plang Erwin Mengatakan untuk harapan serta aspirasi silahkan di sampaikan ke kantor.

“Kami disini hanya menjaga Plang serta aset PT BSS, adapun harapan serta aspirasi masyarakat penggaraf yang tadi yang disampaikan oleh organisasi masyarakat (Ormas) silahkan langsung ke kantor, apalagi di kita kan ada rumah negara, silahkan sampaikan aspirasi ke pihak desa untuk disampaikan lagi ke kecamatan, agar di adakan mediasi antara pihak penggaraf dengan pihak PT. BSS”, tutupnya.

Mewakili penggarap salah satu anggota PP Jumhana yang akrab di sapa Jeler mengatakan, “kehadiran kami mendampingi warga penggarap. Sudah puluhan tahun mereka mengarap tidak ada kejelasannya oleh PT BSS. ya paling tidak panggilah warga penggarap oleh PT untuk dimusyawarahkan,” ungkapnya.

“Jadi dengan adanya musyawarah urusannya pasti beres, jangan ada yang dirugikan dan kami siap mediasi kepada warga penggarap,” pungkasnya. (Red/PPRI)