BUOL – Pemerintah Kabupaten Buol menggelar Rapat Konsultasi Publik Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027 di Aula Pobokidan, Kantor Bupati Buol, Jalan Batalipu, Kelurahan Leok II, Kecamatan Biau, Jumat (27/2/2026) pukul 09.25 WITA.
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Buol, Risharyudi Triwibowo, dan dihadiri Wakil Bupati Buol Nasir Dj Daimaroto, Sekretaris Daerah Moh. Yamin Rahim, Wakil Ketua II DPRD Buol Ahmad R. Kuntuamas, Ketua TP-PKK Buol Adriani Ningsih Triwibowo, serta perwakilan Bappeda Provinsi Sulawesi Tengah, pimpinan OPD, lembaga perbankan, perguruan tinggi, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, Forum Anak, LSM, dan insan pers. Total peserta yang hadir sekitar 100 orang.
Fokus Penguatan Pertanian dan SDA
Dalam sambutannya, Bupati Buol menegaskan bahwa tema RKPD Tahun 2027 difokuskan pada pengembangan sektor pertanian dan pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah.
“Kita ingin menjadikan sektor pertanian dan sumber daya alam sebagai tulang punggung pertumbuhan ekonomi, dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan,” ujar Risharyudi.
Ia mengungkapkan, kondisi makro daerah masih menghadapi sejumlah tantangan. Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Buol tercatat sebesar 3,31 persen, tingkat kemiskinan 13,08 persen, dan prevalensi stunting mencapai 36,9 persen.
“Angka ini menjadi pengingat bahwa kita membutuhkan intervensi yang terpadu dan lintas sektor untuk mempercepat pengentasan kemiskinan dan menurunkan stunting secara signifikan,” tegasnya.
Program Prioritas Daerah
Sebagai pengungkit pembangunan, Pemkab Buol menetapkan sejumlah program prioritas, di antaranya Program Buol Terang untuk memperluas akses listrik masyarakat, penguatan SDM melalui Program PSDKU (PGSD dan Administrasi Pemerintahan), pembangunan dan penguatan Balai Latihan Kerja “Buol Hebat”, serta pendidikan dan pelatihan vokasi termasuk kerja sama magang ke Jepang.
Selain itu, pemerintah daerah juga mendukung berbagai program nasional seperti Makan Bergizi Gratis, Sekolah Rakyat, Koperasi Merah Putih, cek kesehatan gratis, serta program ketahanan pangan dan pengendalian inflasi.
Sinkronisasi dengan Provinsi
Sementara itu, paparan dari Bappeda Provinsi Sulawesi Tengah yang diwakili Dinwar menekankan pentingnya sinkronisasi RKPD Kabupaten Buol dengan dokumen perencanaan nasional dan provinsi sesuai regulasi yang berlaku.
Secara makro, Provinsi Sulawesi Tengah mencatat pertumbuhan ekonomi tahun 2025 sebesar 8,47 persen, tingkat kemiskinan 10,52 persen, pengangguran terbuka 2,92 persen, Indeks Gini 0,277, dan IPM 72,82 dengan kategori tinggi.
Namun demikian, Kabupaten Buol dinilai masih menghadapi tantangan pembangunan karena angka kemiskinan dan pengangguran berada di atas rata-rata provinsi.
Target Makro 2027
Kepala Bappeda Litbang Kabupaten Buol dalam paparannya menyampaikan target makro pembangunan Tahun 2027, yakni pertumbuhan ekonomi 7,91 persen, penurunan kemiskinan menjadi 10,91 persen, peningkatan IPM menjadi 72,66, penurunan tingkat pengangguran terbuka menjadi 2,41–2,54 persen, serta penurunan Indeks Gini menjadi 0,231.
Tema pembangunan 2027 kemudian dijabarkan dalam tujuh agenda strategis, yaitu BUOL UNGGUL, BUOL MAKMUR, BUOL SIGAP, BUOL NYAMAN, BUOL HARMONI, BUOL MERATA, dan BUOL LANCAR.
Melalui konsultasi publik ini, Pemkab Buol berharap penyusunan RKPD Tahun 2027 dapat berjalan partisipatif, terintegrasi, serta selaras dengan kebijakan nasional dan provinsi guna mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.