Tolitoli – Kisah mengharukan dan penuh inspirasi datang dari pasangan suami istri asal Makassar, Muhammad Arif (35) dan Hasnaeni (35). Selama 90 hari, keduanya menempuh perjalanan jalan kaki dari Makassar menuju Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah. Kini, perjuangan yang sarat makna itu hampir mencapai ujungnya.

Pada Minggu 2 Nopember 2025, Arif dan Hasnaeni melanjutkan perjalanan dari Lampasio menuju Desa Pangi, dengan berjalan kaki selama kurang lebih 7 jam. Mereka memulai langkah pada pukul 08.00 WITA dan tiba di Desa Pangi sekitar pukul 15.30 WITA. Setibanya di Pangi, pasangan ini disambut hangat oleh masyarakat setempat, yang memberikan senyum, salam, dan doa untuk keselamatan perjalanan mereka.

Saya yang menunggu di Desa Tinading, kemudian mewawancarai keduanya setelah mereka beristirahat sejenak di Desa Pangi. Meski napas tersengal, keringat bercucuran, dan kaki terlihat lelah, raut wajah keduanya menunjukkan keteguhan, keikhlasan, dan rasa syukur yang mendalam.

“Capek itu pasti, tapi kami tidak mau menyerah. Setiap langkah kami, selalu kami niatkan dengan ikhlas. Melihat sambutan warga, rasa capek itu hilang,” ujar Muhammad Arif dengan rona haru.

Hasnaeni pun menambahkan bahwa sepanjang perjalanan, yang membuat hati mereka kuat bukan sekadar tujuan akhir, melainkan doa dan kehangatan yang diberikan masyarakat di setiap daerah yang mereka lewati.

“Kami tidak pernah merasa sendiri. Allah selalu kirimkan orang baik di jalan. Sambutan masyarakat itu seperti energi baru bagi kami,” ucapnya dengan mata berkaca-kaca.

Usai bersalaman dengan warga pada pukul 15.50 WITA, keduanya kembali melanjutkan perjalanan menuju Lapangan Gaukan Bantilan, Tolitoli, yang menjadi garis akhir dari misi mereka. Perkiraan waktu tempuh dari Pangi ke lokasi finish juga memakan waktu sekitar 7 jam. Mereka diprediksi tiba pada malam hari.

Meski hari mulai gelap, semangat pasangan ini justru semakin menyala karena hanya tinggal beberapa kilometer lagi sebelum mimpi besar ini benar-benar tercapai.

Dan benar saja, ketika keduanya memasuki wilayah kota Tolitoli , warga yang telah mengetahui perjalanan inspiratif ini menyambut dengan meriah, penuh tepuk tangan, doa, dan ucapan selamat. Muhammad Arif dan Hasnaeni tidak kuasa menahan haru, merasa perjuangan panjang mereka berbuah manis.

(Syamsu Alam)