Medan – Perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) selalu menjadi momen penting bagi masyarakat Sumatera Utara. Mobilitas meningkat, aktivitas ibadah dan wisata melonjak, serta kebutuhan akan rasa aman menjadi perhatian utama. Menyadari hal tersebut, Polda Sumatera Utara menunjukkan kesiapsiagaan penuh dengan mendirikan 166 posko pengamanan dalam rangka Operasi Lilin Toba 2025.

Operasi ini akan berlangsung selama 14 hari, mulai 20 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026, melibatkan 11.417 personel gabungan dari Polri, TNI, Basarnas, pemerintah daerah, serta instansi terkait lainnya. Ratusan posko tersebut disebar di seluruh wilayah Sumatera Utara untuk mengamankan arus mudik, pusat keramaian, lokasi ibadah, hingga jalur wisata.

Kapolda Sumut Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto menegaskan bahwa pengamanan Nataru tahun ini tidak hanya berfokus pada aspek keamanan, tetapi juga mengedepankan misi kemanusiaan. Hal ini sejalan dengan kondisi Sumatera Utara yang tengah menghadapi tantangan serius berupa cuaca ekstrem.

Curah hujan tinggi yang melanda sejumlah daerah telah memicu banjir dan tanah longsor di 19 kabupaten/kota, berdampak pada akses jalan, distribusi logistik, hingga aktivitas masyarakat. Dalam situasi tersebut, aparat kepolisian hadir tidak hanya sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai bagian dari upaya pemulihan.

“Situasi menjelang Natal dan Tahun Baru dihadapkan pada tantangan yang kompleks. Dampak bencana hidrometeorologi berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat, sehingga dibutuhkan koordinasi yang kuat dan respons cepat lintas sektoral,” ujar Whisnu.

Sebagai langkah antisipasi, Polda Sumut telah menggelar rapat koordinasi lintas sektoral bersama seluruh pemangku kepentingan. Sinergi ini diharapkan mampu menjaga stabilitas keamanan sekaligus memastikan kelancaran perayaan Nataru, meski di tengah kondisi alam yang tidak menentu.

Dengan kesiapan personel, sarana pendukung, serta kolaborasi antarinstansi, Operasi Lilin Toba 2025 menjadi wujud nyata kehadiran negara di tengah masyarakat. Tujuan akhirnya satu: memastikan setiap warga dapat merayakan Natal dan Tahun Baru dengan aman, tertib, dan penuh sukacita di Bumi Sumatera Utara.