Medan | Titahnews.com – Polda Sumatera Utara memperkuat pengamanan arus balik Lebaran 2026 sekaligus memastikan keamanan di sejumlah destinasi wisata unggulan melalui pelaksanaan Operasi Ketupat Toba 2026, Selasa (24/3/2026).
Operasi yang berlangsung sejak 13 hingga 25 Maret 2026 ini mengedepankan pengamanan terpadu guna menjamin kelancaran arus lalu lintas serta kenyamanan masyarakat selama periode libur Idul Fitri.
Sebanyak 11.276 personel gabungan diterjunkan dalam operasi ini, terdiri dari unsur Polri, TNI, dan instansi terkait lainnya. Mereka disebar di berbagai titik strategis di wilayah Sumatera Utara.
Pengamanan difokuskan pada jalur utama arus balik seperti Medan–Tebing Tinggi, Medan–Pematangsiantar–Parapat, serta Medan–Sibolga yang diprediksi mengalami peningkatan volume kendaraan pasca Lebaran.
Selain itu, lebih dari 160 pos pengamanan, pelayanan, dan pos terpadu disiagakan di jalur mudik, pusat keramaian, hingga kawasan wisata guna memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat.
Kabid Humas Polda Sumut, Ferry Walintukan, mengatakan pengamanan arus balik dilakukan melalui berbagai strategi, mulai dari rekayasa lalu lintas hingga peningkatan patroli.
“Pengamanan dilakukan secara maksimal dengan mengedepankan langkah preemtif, preventif, serta penegakan hukum secara selektif agar situasi kamtibmas tetap kondusif dan arus lalu lintas berjalan lancar,” ujarnya.
Rekayasa lalu lintas seperti sistem satu arah (one way) dan contra flow diterapkan secara situasional di titik rawan kemacetan. Personel juga ditempatkan di simpul kepadatan untuk melakukan pengaturan langsung.
Monitoring dilakukan selama 24 jam melalui posko terpadu dan pemantauan CCTV guna memastikan respons cepat terhadap berbagai situasi, termasuk kecelakaan lalu lintas dan kendaraan mogok.
Sebelumnya, Kapolri Listyo Sigit Prabowo memprediksi puncak arus balik Lebaran 2026 terjadi dalam dua gelombang, yakni 24–25 Maret dan 28–29 Maret 2026.
Prediksi tersebut menjadi dasar bagi jajaran kepolisian, termasuk Polda Sumut, dalam menyiapkan langkah antisipasi guna mengurai kepadatan kendaraan di jalur utama dan kawasan wisata. Masyarakat juga diimbau untuk mengatur waktu perjalanan guna menghindari penumpukan.
Di sektor pariwisata, pengamanan diperkuat di sejumlah destinasi favorit seperti Danau Toba, Berastagi, dan Pulau Samosir yang mengalami peningkatan kunjungan selama libur Lebaran.
Personel disiagakan untuk mengantisipasi kepadatan pengunjung, mengatur arus kendaraan menuju lokasi wisata, serta memberikan rasa aman bagi masyarakat.
“Kami mengedepankan pendekatan humanis dengan memberikan pelayanan dan bantuan kepada masyarakat maupun wisatawan agar dapat menikmati libur Lebaran dengan aman dan nyaman,” tambah Ferry.
Polda Sumut juga mengantisipasi potensi kerawanan seperti kemacetan, kecelakaan lalu lintas, hingga bencana alam seperti longsor di jalur rawan dengan menyiapkan langkah mitigasi serta koordinasi lintas instansi.
Sebelumnya, Polda Sumut telah melaksanakan Operasi Keselamatan Toba 2026 sebagai langkah awal meningkatkan disiplin masyarakat berlalu lintas guna mendukung kelancaran arus mudik dan balik Lebaran.
Dengan pengamanan terintegrasi dan berbasis teknologi, Polda Sumut memastikan arus balik Lebaran 2026 serta aktivitas wisata di wilayah Sumatera Utara berjalan aman, lancar, dan terkendali. (wp-t)


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.