Padang — TNI Angkatan Darat melalui Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol terus menunjukkan komitmen nyata dalam membantu percepatan pemulihan wilayah pascabencana di Provinsi Sumatera Barat. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui pembangunan Jembatan Gantung Perintis Garuda di Desa Guo, Kecamatan Kuranji, Kota Padang.
Pembangunan jembatan yang dimulai pada Selasa (10/2/2026) ini bertujuan memulihkan kembali akses masyarakat yang sebelumnya terputus akibat bencana. Kehadiran jembatan tersebut diharapkan mampu menunjang kelancaran aktivitas sosial serta meningkatkan roda perekonomian warga setempat.
Jembatan gantung ini menjadi sarana vital penghubung antarwilayah yang sangat dibutuhkan masyarakat. Selama ini, keterbatasan akses transportasi menjadi kendala utama bagi warga dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, terutama dalam distribusi barang dan mobilitas antarwilayah.
Pengerjaan jembatan dilaksanakan secara gotong royong oleh personel TNI AD yang berasal dari Yonif TP 844/KB, Yonif TP 896/SP, serta Kodim 0312/Padang. Hingga saat ini, progres pembangunan telah mencapai sekitar 60 persen dan terus dipercepat agar segera dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.
Meski dihadapkan pada keterbatasan medan dan kondisi wilayah pascabencana, prajurit TNI AD tetap bekerja dengan penuh semangat dan dedikasi. Profesionalisme serta standar keamanan konstruksi tetap menjadi prioritas utama guna memastikan keselamatan pengguna jembatan di masa mendatang.
Melalui pembangunan Jembatan Gantung Perintis Garuda ini, TNI AD berharap dapat meringankan beban masyarakat terdampak bencana sekaligus mempercepat pemulihan infrastruktur di wilayah Kota Padang, khususnya Kecamatan Kuranji. Sinergi antara TNI AD, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi kunci dalam mendukung proses pemulihan yang berkelanjutan sebagai wujud pengabdian kepada rakyat dan negara.





Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.